Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Kode Etik Perawat Dan Bidan Menurut Singapore Nursing Board

Kode Etik untuk Perawat dan Bidan menetapkan perilaku profesional, nilai-nilai etika dan standar praktik yang harus ditindaklanjuti dan dijunjung oleh setiap perawat dan bidan di Singapura. Kode etik ini berfungsi sebagai panduan untuk membantu dalam keputusan etis yang dihadapi oleh perawat atau bidan dan memberikan kerangka kerja untuk regulasi praktik keperawatan / kebidanan di Singapura.

Jika terjadi kesalahan profesional, Dewan Perawat Singapura dapat mengambil tindakan disipliner terhadap perawat / bidan.

Perawat / bidan memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga dan masyarakat (ICN, 2012), secara kolektif disebut sebagai “Setap Orang”. Perawat dan bidan harus berperilaku sesuai dengan persyaratan kode etik ini setiap kali mereka memberikan asuhan atau menerapkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan dan kebidanan dalam peran lain, termasuk manajemen, pendidikan, kebijakan, regulasi, dan penelitian.

Ada empat ketentuan etika dan peraturan utama dari kode etik ini:

  • Perawat / bidan dan Orang
  • Perawat / bidan dan praktek mereka
  • Perawat / bidan dan profesinya
  • Perawat / bidan dan rekan kerja

Dalam setiap ketentuan ada prinsip-prinsip kunci dan yang menyertainya pernyataan yang di praktekan. Sasaran Kode etik adalah untuk memastikan bahwa kepentingan dan keselamatan setiap orang diutamakan dan bahwa praktik keperawatan / kebidanan aman, efektif, dan meningkatkan kepercayaan publik pada profesinya

Setelah pendaftaran dan / atau penerimaan di Singapore Nursing Board, perawat dan bidan berkomitmen untuk menjunjung tinggi profesional persyaratan yang ditetapkan dalam kode etik ini..

Organisasi yang mempekerjakan harus mendukung staf mereka dalam menegakkan kode etik ini untuk memastikan bahwa tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik dan regulator terhadap kualitas dan keamanan praktik keperawatan / kebidanan dipertahankan.

Pendidik dapat menggunakan kode etik ini untuk membantu siswa keperawatan / kebidanan dan peserta pelatihan memahami pentingnya kode etik ini dan dampaknya terhadap peran profesional mereka. Kodeetik ini melengkapi persyaratan Undang-Undang Perawat dan Bidan

(Cap 209) (edisi Revisi 2012), mengintegrasikan semua aspek yang diharapkan standar perilaku dan praktik profesional menjadi satu dokumen dan menggantikan Kode Etik dan Perilaku Profesional Dewan Perawat Singapura (1999), Kode Praktik untuk Bidan (2001) dan Standar Praktik untuk Perawat dan Bidan (2011).

Prinsip 1: Menghormati Nilai, Kebutuhan Dan Hak Manusia

Perawat / bidan memberikan asuhan yang ditentukan oleh nilai, kebutuhan, dan hak setiap orang tanpa diskriminasi yang tidak adil atau merugikan, baik berdasarkan jenis kelamin, etnis, agama, usia, status sosial atau ekonomi, atau profil dan atribut lainnya atau preferensi. Prioritas tertinggi adalah keselamatan dan kesejahteraan setiap orang yang membutuhkan layanan keperawatan atau kebidanan.

Prinsip 2: Hormati Dan Dukung Otonomi Setiap Orang dan Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri

Perawat / bidan menghargai bahwa manusia memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri.Setiap orang memiliki hak untuk menentukan apa yang akan dilakukan dengan dan untuk diri mereka sendiri dan wajib diberikan informasi yang akurat untuk membantu memfasilitasi keputusan yang terinformasi. Mereka berhak menerima, menolak atau menghentikan pengobatan secara sukarela.

Prinsip 3: Lindungi Hak Setiap Orang Atas Privasi Dan Kerahasiaan

Privasi adalah hak untuk mengontrol akses terhadap diri sendiri, termasuk keadaan, waktu dan sejauh mana informasi bolrh diungkapkan. Kerahasiaan yang berkaitan dengan informasi pribadi dan klinis yang tidak boleh diungkapkan.

Perawat / bidan memiliki tugas untuk selalu menjaga privasi dan menjaga kerahasiaan semua informasi yang berkaitan dengan pasien yang berada dalam perawatan mereka. Namun, hanya informasi relevan yang dapat dibagikan kepada orang lain yang secara langsung terlibat, dan diperlukan untuk, penyediaan perawatan.

Prinsip 4: Mengadvokasi Kepentingan Terbaik Bagi Tiap Orang

Perawat / bidan mengadvokasi setiap orang dengan berbicara yang baik atau mendukung hak-hak, nilai-nilai, minat dan keinginan mereka.

Prinsip 5: Mempraktekan Cara Yang Bertanggung Jawab Dan Dapat Dipertanggung jawabkan

Perawat / bidan bertanggung jawab dan dapat dipertanggung jawabkan atas penilaian, keputusan dan ketetapan dari tindakan mereka. Mereka memastikan bahwa setiap orang menerima perawatan yang aman, efektif, dan sesuai secara etika.

Prinsip 6: Pertahankan Kompetensi Dalam Merawat Setiap orang

Perawat / bidan secara konstan mengevaluasi pengetahuan dan keterampilannya serta keefektivitasan perawatan yang mereka berikan. Perawat dan Bidan menjaga kompetensi mereka dengan pendidikan terus menerus, kegiatan peningkatan kualitas dan pembelajaran seumur hidup. Mereka mempraktikkan keperawatan / kebidanan berbasis bukti.

Prinsip 7: Pertahankan Catatan Yang Jelas Dan Akurat

Perawat / bidan memastikan bahwa semua catatan lengkap, akurat dan tepat waktu.

Prinsip 8: Mempromosikan Profesionalisme Dan Menjunjung Tinggi Kepercayaan Masyarakat

Perawat / bidan memiliki tugas untuk selalu menjunjung tinggi reputasi profesinya. Mereka harus terus berupaya untuk menjaga kepercayaan dan keyakinan masyarakat.

Prinsip 9: Praktikkan Pengaturan Diri

Perawat / Bidan bertanggung jawab dan dapat dipertanggung jawabkan bagi diri sendiri, orang lain, dan profesinya untuk memelihara kompetensi dan pertumbuhan pribadi dan profesional yang berkelanjutan, dan kemampuan untuk melakukan praktek dengan izin praktik yang sah. Mereka bertanggung jawab atas kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan diri mereka sendiri.

Prinsip 10: Bekerja sama Dengan Semua Anggota Tim Perawatan Kesehatan

Perawat / bidan bekerja secara kolaboratif dan penuh hormat dengan rekan kerja di bidang keperawatan dan di bidang terkait lainnya, sesuai konteks atau situasi yang dibutuhkan. Mereka harus berkontribusi untuk membuat lingkungan yang kolaboratif dan yang mendukung dan mengutamakan kepentingan terbaik semua orang.

Baca juga: Kode Etik Keperawatan