Kami Mencari Perawat Freelance

Hanya untuk yang amanah dalam bekerja

Daftar Sekarang

Terapi Fisik vs Tukang Pijat Dalam Penanganan Cedera Saat Olahraga

Terapi Fisik vs Tukang Pijat Dalam Penanganan Cedera Saat Olahraga

Seorang ahli terapi fisik di sebuah tim sepakbola sepertinya sering disimpulkan banyak orang sebagai tukang pijat. Ini anggapan yang salah. Jadi, apa itu ahli terapi fisik itu?

Bagi orang awam, cedera dalam berolahraga bisa disembuhkan dengan memanggil tukang pijat. Banyak yang memandang ahli terapi fisik disamaratakan dengan tukang pijat. Misalkan dalam kasus orang yang mengalami cedera, sebagian orang langsung melarikan diri dan memulihkannya dengan tukang pijat. Namun, hal ini sangat berbeda jika cedera dipulihkan dengan terapi fisik. Ahli terapi fisik memiliki ilmu tentang cedera pada anggota tubuh dan Anda akan dibantu dalam proses penyembuhan secara bertahap.

Masyarakat kalau terjadi hal-hal berupa cedera atau kondisi sejenis, akan memilih untuk diurut. Seperti yang sudah disampaikan tadi, mungkin efeknya akan bagus di beberapa kondisi tetapi tidak untuk seluruhnya. Apalagi ketika tangan terkilir dan terjadi peradangan otot kemudian diurut, malah akan memperparah cedera tersebut. Masyarakat awam mengidentifikasi peradangan kan nggak mudah, jadi perlunya menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mencari pertolongan dan penanganan akan penanganan cedera kepada ahlinya, ini peranan fisioterapis di bidang promotif kesehatan dengan memberikan penyuluhan.

Definisi Terapi Fisik

Terapi fisik atau physical therapist berasal dari dua kata, yaitu terapi (therapy)  dan fisik (physic). Fisik adalah tubuh, sementara terapi adalah perawatan. Kalau dijadikan satu, artinya perawatan tubuh atau fisik.

Di Indonesia, ahli terapi fisik bisa dikatakan satu profesi baru. Tapi, di negara-negara barat, pekerjaan ini sudah jadi bagian dari keseharian masyarakat. Profesi ini bekerja secara independen di samping dokter, spesialis, dan paramedik yang lain untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jadi, ia tak melulu mengurusi pasien dari bidang olahraga.

Sebagaimana dokter spesialis, setelah mendapat gelar BA (Bachelor of Arts) seorang ahli terapi fisik pun menempuh jalur khusus lagi yaitu terapi fisik anak, terapi fisik olahraga, terapi fisik manual, terapi fisik syaraf, dan spesialisasi-spesialisasi lainnya.

Terapi Fisik di Bidang Olahraga

Pekerjaan utama dari ahli terapi fisik olahraga memiliki konsentrasi bermacam-macam. Mulai dari membuat program-program latihan untuk atlet yang cedera, membuat penilaian terhadap cedera-cedera yang terjadi, membuat program latihan spesifik yang sesuai dengan jenis olahraga, atau memberi nasehat mengenai makanan yang konsumsi.

Lebih spesifiknya lagi, dalam sebuah tim olahraga, seorang ahli terapi fisik akan memberi masukan kepada pelatih mengenai situasi dan kondisi dari seorang pemain. Apakah pemain bersangkutan siap untuk bermain dalam sebuah pertandingan, apakah dia fit, dan berapa menit kira-kira waktu bermainnya. Di dalam tim, ahli terapi fisik juga menyiapkan porsi latihan khusus dan terpisah untuk pemain yang cedera.

Pijat tentu saja sangat penting buat seorang atlet, karena otot yang pegal dan capai harus dilemaskan lagi. Hanya saja, pemijatan dilakukan terhadap pemain yang sedang tidak cedera. Hal ini juga dilakukan oleh ahli terapi fisik dengan proses terbaik sesuai dengan ilmu yang didapat.

Apalagi, melakukan pijat terhadap olahragawan berbeda dengan melakukan pijat terhadap non olahragawan. Perawatannya harus spesifik agar kepegalannya cepat hilang.

Jadi, tugas seorang ahli terapi fisik untuk mengkaji sebuah cedera, melakukan tes & prosedur yang sudah ditentukan, dan menarik kesimpulan dari cedera yang dialami pemain. Barulah sebuah program latihan disusun dan diberikan. Keahlian ini  ini tidak dimiliki tukang pijat saat memulihkan cedera.

Sayang sekali, hal ini belum dipahami oleh banyak orang. Jadi, kesimpulannya yaitu ahli terapi fisik adalah seseorang yang memberikan program latihan kepada seorang yang cedera. Ahli terapi fisik juga membantu meningkatkan kualitas hidup seseorang, dengan membantu meningkatkan performa fisiknya dari cedera ke kondisi fisik yang bugar dan sehat lagi.

Tugas Fisioterapi Lainnya

Tugas fisioterapi berperan penting dalam beberapa kondisi tertentu. Fisioterapi sangat dibutuhkan mulai dari pasca bencana alam, acara olahraga, bermacam penyakit mulai dari penyakit pasca stroke atau penyakit yang menyebabkan terjadinya keterbatasan fisik dan mobilitas lainnya, dan juga ketika masa tumbuh kembang anak.

Layanan fisioterapi diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan gerak dan fungsi akibat pertambahan usia atau penderita penyakit tertentu.

Fisioterapi dapat diberikan kepada pasien tanpa batasan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Beberapa kondisi berikut ini bisa menjadi indikasi jika Anda atau keluarga terdekat membutuhkan layanan fisioterapi, antara lain :

  • Gangguan sistem saraf, seperti fisioterapi stroke maupun penyakit parkinson
  • Gangguan pada otot kerangka tubuh, seperti nyeri otot, nyeri punggung, cedera
  • Gangguan pernapasan, seperti penyakit paru kronis;
  • Penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung
  • Osteoporosis
  • Sakit Leher dan Sakit Kepala
  • Inkontinensia Urine
  • Diabetes
  • Arthritis
  • Cedera Sendi

Topik Terkait

Fisioterapi
Subscribe