Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Lansia

Persiapan Puasa Untuk Lanjut Usia

Sebentar lagi, umat muslim sedunia akan menjalankan ibadah puasa. Dari mulai anak-anak hingga lansia, semuanya  ingin mengejar pahala dengan melakukan puasa yang wajib hukumnya di bulan Ramadhan. Bagi lansia, puasa merupakan tantangan tersendiri yang harus dijalani karea kekuatan organ tubuh lansia sudah tidak seperti orang yang masih muda. Karena itu perlu persiapan puasa untuk lanjut usia secara khusus.

Lansia lebih rentan kehilangan cairan tubuh karena sistem metabolismenya yang menurun. Untuk itu, pastikan untuk memenuhi jumlah konsumsi cairan yang dibutuhkan tubuh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika seorang lansia ingin menjalankan ibadah puasa. Diantaranya:

Menu Makan Ketika Puasa Bagi Lanjut Usia

Makanan yang untuk lansia saat sahur membutuhkan perhatian khusus, terutama cairan yang masuk ke tubuh. Pasalnya cairan tubuh lansia sudah berkurang, jadi tidak heran jika mereka akan lebih sering merasa haus dibandingkan dengan orang muda.

Maka dari itu, para lansia diharuskan untuk meminum air mineral dengan jumlah cukup minimal 1-2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas sebelum tidur. Agar tubuh tetap prima dan terhindar dari dehidrasi selama bulan Ramadan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak minum di antara waktu berbuka hingga sahur tiba serta mengonsumsi makanan manis saat sahur, misalnya semangka.

Hindari meminum teh atau kopi karena dapat merangsang pengeluaran urin yang menyebabkan hilangnya cairan tubuh. Cairan tubuh penting bagi metabolisme dan ketika puasa maka orang lanjut usia harus memperhatikan kebutuhan cairan tubuh secara seksama agar tetap sehat. Usahakan untuk meminum jus buah saat berbuka atau di waktu menjelang tidur untuk menjaga jumlah cairan tubuh.

Agar tubuh tetap prima dan terhindar dari dehidrasi selama bulan puasan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang yang berpuasa terutama lanjut usia, untuk memperbanyak minum di antara waktu berbuka hingga sahur tiba serta mengonsumsi makanan manis saat sahur, misalnya semangka.

Hindari makanan berlemak dan berminyak saat sahur dan buka puasa. Makan makanan yang bergizi seimbang dan usahakan untuk mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan berserat tinggi seperti oat, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Hal ini disebabkan karena lansia kerap kali mengalami sembelit atau sulit mengeluarkan kotoran akibat pergerakan usus yang sudah melambat. Jangan menambah atau mengurangi porsi makan lansia saat puasa, karena pada dasarnya kebutuhan kalori lansia saat puasa sama seperti saat tidak berpuasa.

Waktu Makan Ketika Puasa Bagi Lanjut Usia

Para lansia diharuskan makan ketika sudah waktunya untuk makan. Walaupun mereka mengalami penurunan nafsu makan, para lansia harus tetap makan ketika waktu sahur dan berbuka tiba. Usahakan untuk makan tepat pada waktunya untuk mencegah kekurangan nutrisi dan cairan pada lansia. Jangan sampai menunda waktu berbuka atau melewatkan santap sahur.

Dianjurkan agar para lanjut usia ini makan sahur ketika akan puasa di waktu akhir menjelang imsak. Lalu pilihlah jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serta sayur dan buah-buahan.

Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Lansia dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan puasa Ramadhan. Kontrol ke dokter dan cukupi kebutuhan vitamin dan mineral dengan mengonsumsi suplemen jika perlu.

Salah satu yang perlu di perhatikan adalah kadar gula darah. pada orang sehat, kadar glukosa darah secara otomatis dikendalikan oleh tubuh. Setelah makan, tubuh akan melepaskan insulin untuk menjaga kadar glukosa berada di kisaran normal.

Akan tetapi pada pengidap diabetes, kontrol otomatis kadar glukosa darah tak bekerja normal. Setelah makan, lansia yang mengidap diabetes akan sering mengalami peningkatan kadar glukosa darah dan bertahan dalam waktu lama.

Selama puasa, gula darah diambil dari makanan yang dikonsumsi saat sahur dan oleh glikogen hati. Perubahan bisa berubah-ubah tergantung pada kualitas dan kuantitas makanan, aktivitas fisik dan olahraga, serta perubahan berat badan. Pengecekan kadar gula darah sangat berguna agar lansia tetap sehat selama berpuasa

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan lansia dalam melengkapi persiapan puasa bagi lanjut usia. Jika Anda membutuhkan pengawasan atau saran medis mengenai perawatan untuk lansia dalam mengahadapi bulan Ramadhan, Anda bisa mendapatkannya dari perawat professional kami. Perawat professional kami akan senang hati membantu lansia dalam menjalani ibadah puasa jika diinginkan.   

Terkadang para lanjut usia ditemani oleh perawat lansia dengan tugas kerja sebagai berikut:

  • Memberikan perawatan dan kebutuhan kebersihan lansia sehari – hari.
  • Mengatur porsi dan asupan gizi serta diet lansia
  • Membantu lansia  ke toilet.
  • Membantu lansia saat makan.
  • Membantu aktivitas lansia untuk melakukan mobilitas dengan tongkat atau kursi roda.
  • Mendampingi pasien untuk bercurhat atau sekedar teman ngobrol
  • Mendampingi lansia untuk berobat ke dokter.
  • Mendampingi lansia saat melakukan rekreasi atau jalan-jalan.
  • Mendampingi orang tua aktivitas merangsang otak(memberikan permainan, membaca, menulis, menghitung dll).
  • Mempertahankan tingkat kenyamanan lansia
  • Memeriksa tanda-tanda vital (tensi, suhu, Nadi, Respiratori dan Spo2).
  • Mengatur jadwal minum obat, dll.

Topik Menarik