Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Care Giver

Pentingnya Keluarga Dalam Kesembuhan Pasien Stroke

Penyakit stroke menempati urutan pertama penyakit paling banyak dialami  masyarakat Indonesia. Untuk pemulihannya, selain motivasi dari diri sendiri juga diperlukan dukungan penuh keluarga.

Di Indonesia, serangan stroke dialami 12 dari 1.000 orang, dan satu dari 7 pasien yang mengalami stroke akan meninggal. Kian banyaknya masyarakat yang mengalami stroke, kemungkinan dalam suatu keluarga akan memiliki anggota keluarga yang terkena stroke juga akan semakin besar.

Bila dalam suatu keluarga ada yang mengalami serangan stroke, bukan hanya membawa dampak buruk bagi si pasien. Faktanya, kondisi keluarga yang mengalami stroke menjadi tanggungan tersendiri bagi anggota keluarga yang lainnya baik secara fisik, psikologis, dan finansial.

Stroke merupakan terjadinya kerusakan pada sebagian otak. Kerusakan ini terjadi akibat adanya penyumbatan darah ke bagian otak.

Stroke juga dikenal sebagai cerebrovascular accident (CVA) merupakan hilangnya atau menurunnya fungsi otak yang terjadi dengan cepat karena adanya gangguan suplai  darah ke bagian otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) akibat penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan).

Stroke iskemik biasanya terjadi karena diabetes dan telah menjadi 85% penyebab utama stroke sementara pendarahan hanya 15 persen. Namun begitu ternyata stroke haemorrhage ini justru 45% stroke pendarahan menimbulkan kematian.

Ada juga dikenal dengan stroke iskemik ringan yang gejalanya mirip dengan stroke. Transient Ischemic Attacks (TIA). Namun biasanya akan hilang dalam 24 jam. TIA ini terjadi penyumbatan pembuluh darah terjadi sementara. Yang perlu diperhatikan untuk menjaga tidak terjadinya stroke yang lebih berat.

Kembalikan Motivasi Kesembuhan Pasien Stroke

Penderita pasca stroke biasanya merasa dirinya sudah mengalami banyak kemunduran fisik, bahkan banyak yang merasa sudah tidak berguna lagi. Bagi pasien stroke untuk memulai sesuatu yang baru lagi telah menjadi beban moral.  Kerusakan akibat stroke bisa ringan hingga berat, mulai dari tangan tak bisa digerakkan, kesulitan bicara, berkurangnya kemampuan menelan atau makan, tidak dapat berjalan lagi, dan lainnya.

Dengan kondisi ini, untuk menjalani kehidupan umum saja bagi penderita stroke sering merasa malu atau minder. Jangankan untuk kembali bisa bekerja seperti semula, bahkan untuk keluar rumah saja melakukan aktivitas biasa, bertemu orang lain, penderita sering merasa malu atau minder. Apalagi untuk kembali bekerja seperti semula.

Faktanya, memang tidak mudah membangkitkan semangat penderita pasca stroke untuk mau berobat secara benar dan rasional. Padahal, hanya dengan pengobatan dan perawatan yang benar seperti fisioterapi, terapi wicara, atau terapi okupasi, penderita pasca stroke dapat mencapai tingkat kesembuhan dan mampu kembali ke menjalani kehidupan yang  normal seperti sedia kalanya. Bahkan pasien stroke bukan tidak mungkin akan kembali fungsinya sebagai anggota keluarga seperti sebelumnya.

Pentingnya Dukungan Keluarga untuk Pasien Stroke

Sebetulnya, penderita pasca stroke bisa kembali mempunyai peran dan kontribusi yang positif dalam kehidupan sosial atau dalam keluarga. Selain keinginan yang kuat dari diri sendirinya untuk mencapai kesembuhan bagi pasien stroke, ada satu faktor paling penting, yaitu keluarga.

Peran serta keluarga yang merawat dan mendampingi pasien ternyata sangat menentukan keberhasilan program terapi pemulihan yang diberikan. Hal ini penting mengingat interaksi antara pasien dan keluarga memang memiliki waktu relatif lebih banyak.

Untuk itu sangat perlu proses edukasi tentang tata cara merawat pasien stroke di rumah yang lebih dalam bagi keluarga pasien pasca stroke. Lingkungan rumah yang suportif juga penting bagi pasien pasca stroke terutama untuk memulihkan aktivitas seperti berjalan, berbicara, bermain, membaca,dan kegiatan sehari-hari.

Pasien stroke yang lingkungan sekitarnya tidak suportif, cenderung memiliki prognosis lebih buruk dibandingkan dengan pasien yang keluarganya atau orang yang merawatnya suportif. Pasien stroke juga mungkin merasa nyaman jika mereka berbagi pengalaman mereka dengan pasien stroke lain, seperti komunitas stroke.

Cara Efektif  Keluarga Bantu Pemulihan Pasien Stroke

Perkembangan teknologi kesehatan semakin maju dan canggih, begitu juga dengan kualitas SDM sebagai tenaga kesehatan semakin profesional. Dengan mempertimbangkan beberapa hal terutama biaya pasca perawatan di rumah sakit, maka pasien dapat melakukan perawatan lanjutan di rumah setelah proses darurat teratasi di rumah sakit.

Sebelum meninggalkan rumah sakit atau fasilitas rehabilitasi lain, pasien dan orang yang merawat, perlu menyadari semua tantangan dan tanggung jawab yang akan dihadapi.

Walaupun sebagian besar pasien telah mengalami pemulihan yang cukup signifikan sebelum pulang ke rumah, namun ada banyak yang masih tetap memerlukan bantuan.  Seperti naik turun tempat tidur, mengenakan pakaian, makan,  dan berjalan, mandi, dan aktivitas lainnya.

Yang tidak kalah penting bahwa keluarga mengetahui tentang layanan yang dapat memberikan bantuan, termasuk dokter, perawat kunjungan rumah, ahli fisioterapi, petugas sosial, ahli terapi wicara, dan layanan bantuan lainnya. Saat ini ada solusi yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk membantu pasien stroke di rumah yaitu PerawatNers.com.

Beberapa hal yang dapat dilakukan keluarga untuk membantu pasien stroke adalah :

  • Berikan dukungan dan perhatian penuh pada pasien stroke.
  • Keluarga membuat catatan tentang obat, kegiatan, dan kemajuan yang telah dilakukan pasien
  • Motivasi untuk keluarga dan pasien pasca stroke diantaranya adalah dengan memberi obat secara teratur. Jangan menghentikan dan mengubah dosis obat tanpa petunjuk dokter.
  • Bantu kebutuhan pasien, perbaiki kondisi fisik dengan latihan teratur di rumah, motivasi pasien agar tetap bersemangat dalam latihan terapi fisik, periksa tekanan darah secara teratur, dan lainnya
  • Keluarga dapat minta bantuan layanan perawatan kesehatan seperti ke PerawatNers.com untuk perawatan atau terapi (fisioterapi, okupasi, dan bicara).
  • Segera membawa pasien ke rumah sakit bila terlihat ada gejala stroke muncul.
  • Bila kondisi pasien stroke membaik, ajak  bergabung dengan komunitas. Adanya komunitas dapat menjadi wadah sharing sesama penderita stroke, dan berbagai kegiatan positif lainnya.
  • Sebaiknya ajak pasien ke luar rumah untuk beraktivitas agar tidak selalu berada di rumah. Bila hanya di rumah dan tidak melakukan apapun, kemungkinan besar kondisinya akan semakin parah.
  • Berikan tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan ringan di rumah bila sudah memungkinkan. Misalnya saja untuk mengambil obat, makan, membersihkan kamar sendiri dan lainnya.
  • Tetap ajak bicara dengan anggota keluarga yang lain.
  • Selalu mencari tahu keadaan terkini yang dirasakan oleh pasien stroke. Kenali obat yang di konsumsi orang yang Anda cintai yang terkena stroke dan efek sampingnya. Cari tahu apakah rumah Anda harus dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan penderita stroke. Tanyakan kepada dokter, perawat atau terapis untuk menjawab pertanyaan Anda tentang apa yang diharapkan.
  • Kurangi risiko, atau stroke mungkin menyerang lagi. Pasien yang terkena stroke beresiko tinggi mengalami stroke lagi. Pastikan orang yang Anda cintai makan makanan sehat, olahraga, minum obat sesuai resep dan mengunjungi penyedia layanan kesehatan mereka secara teratur.
  • Banyak faktor yang mempengaruhi pemulihan: otak adalah tempat terjadi stroke; seberapa besar otak terpengaruh, motivasi orang yang selamat; dukungankeluarga; kuantitas dan kualitas rehabilitasi; dan kesehatan pasien sebelum stroke.
    Pemulihan yang paling cepat biasanya terjadi selama tiga sampai empat bulan pertama setelah stroke, tetapi beberapa orang yang selamat terus pulih hingga tahun pertama dan kedua setelah stroke mereka.
  • Beberapa tanda menunjukkan perlunya terapi fisik. Keluarga sebaiknya harus mempertimbangkan bantuan dari terapis fisik bila orang yang Anda sayang yang terkena stroke mengalami: pusing; ketidakseimbangan yang menyebabkan jatuh; kesulitan berjalan atau bergerak setiap hari; ketidakmampuan berjalan enam menit tanpa berhenti untuk beristirahat; ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam atau menyelesaikan kegiatan sehari-hari.
  • Jangan abaikan jatuh. Sering jatuh setelah stroke. Jika jatuh dengan serius dan menyebabkan rasa sakit yang hebat, memar atau berdarah, bawa orang yang Anda kasihi ke ruang gawat darurat. Jika orang yang Anda cintai mengalami penurunan ringan lebih dari dua kali dalam waktu enam bulan, temui dokter atau terapis fisik Anda untuk perawatan.
  • Mengukur masalah kemajuan. Pasien dalam rehabilitasi akut diharapkan untuk membuat keuntungan fungsional yang terukur setiap minggu berdasarkan Skor Ukuran Kemerdekaan Fungsional (FIMS). Peningkatan fungsional meliputi keterampilan harian, mobilitas dan komunikasi. Harapan rehabilitasi tipikal adalah meningkatkan 1-2 poin FIMS per hari.
  • Pantau perubahan sikap dan perilaku. Evaluasi apakah orang yang Anda cintai kesulitan mengendalikan emosi. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan untuk mengembangkan rencana tindakan.
    Hentikan depresi sebelum menghambat pemulihan. Depresi pasca-stroke sering terjadi, dengan 30-50 persen penderita stroke yang tertekan pada fase awal atau lambat pasca-stroke. Depresi pasca stroke secara signifikan dapat memengaruhi pemulihan dan rehabilitasi orang yang Anda cintai. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan untuk mengembangkan rencana tindakan.
    Mencari dukungan. Sumber daya komunitas, seperti penyintas stroke dan kelompok dukungan pengasuh, tersedia untuk Anda dan orang yang Anda cintai.
  • Jaga diri Anda karena orang yang Anda sayang memerlukan Anda dalam keadaan sehat. Pertimbangkan untuk menggunakan perwawat atau care giver yang sudah terlatih untuk membantu pasien stroke.

Melihat pentingnya dukungan keluarga bagi pasien stroke, mau tidak mau setiap keluarga memang harus berupaya keras untuk membantu pasien stroke. Tujuan dari rehabilitasi dan keperawatan adalah untuk menbuat pasien pasca stroke mandiri dan mengurangi kemungkinan untuk terserang stroke lagi.

Topik Menarik