Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Nutrisi

Jangan Makan Junk Food Saat Buka Puasa, Ini Bahaya yang Bisa Dialami

Saat bulan Ramadhan, banyak menu pilihan yang bisa Anda konsumsi saat buka puasa. Selain menahan lapar dan haus, puasa tentu memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan kinerja sistem pencernaan dalam tubuh.

Namun, kebiasaan makan yang buruk di bulan puasa, serta kesalahan dalam memilih makanan berbuka dan sahur, malah dapat menghilangkan manfaat puasa terhadap kesehatan.

Hindari Buka Puasa dan Sahur Dengan Junk Food

Mengisi perut saat bulan puasa, terutama saat sahur dan berbuka, memang diharuskan. Namun, banyak orang yang mengisinya dengan sirup tinggi fruktosa, MSG (untuk penyedap rasa), natrium berlebih, dan minyak yang dapat menyumbat jantung.

Walau sedang terburu-buru, banyak pilihan makanan yang sehat dan halal, yang tentunya sangat baik untuk berbuka puasa. Namun, kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah buka puasa bersama di restoran junk food.

Makanan junk food, seperti keripik, mie instan, dan makanan lainnya yang kurang bernutrisi tidak boleh digunakan sebagai asupan makanan. Anda tidak akan memiliki energi yang cukup selama puasa, karena apa yang dimakan tidak menghasilkan apapun untuk tubuh. Sebaliknya, ketika memakan makanan yang cukup nutrisi, Anda akan merasa lebih kenyang, sehingga tidak harus makan dengan porsi yang besar.

Bahaya Makan Junk Food Saat Buka Puasa dan Sahur

Mengonsumsi junk food untuk berbuka puasa dan sahur dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:

Menambah berat badan

Junk food merupakan makanan yang telah melewati banyak proses pengolahan sehingga nutrisinya hilang. Makanan ini pun tidak mengandung cukup serat sehingga Anda tetap tidak merasa kenyang walaupun telah mengonsumsi porsi besar.

Restoran yang menjual junk food biasanya menggunakan lemak trans untuk mengolah sehingga memberikan rasa lezat pada makanan. Rasa lezat inilah bisa membuat Anda makan dalam jumlah banyak tanpa menyadarinya.

Kini bayangkan jika Anda sering mengonsumsi junk food untuk berbuka puasa dan sahur. Kalorinya yang tinggi akan tertimbun dalam tubuh Anda, apalagi jika Anda tidak aktif berolahraga. Akibatnya, Anda mengalami pertambahan berat badan setelah berpuasa.

Meningkatkan risiko penyakit jantung

Salah satu bahaya junk food ketika dijadikan andalan saat buka puasa dan sahur adalah risiko penyakit jantung. Selain lemak trans, junk food juga mengandung lemak jenuh. Kedua jenis lemak ini dapat meningkatkan kolesterol jahat yang disebut LDL (low-density lipoprotein).

Peningkatan kolesterol LDL akan memicu timbunan lemak pada pembuluh darah arteri. Di saat yang sama, lemak trans turut menurunkan kolesterol baik yang disebut HDL (high-density lipoprotein). Padahal, kolesterol baik ini dapat mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah.

Plak kolesterol kemudian menghambat aliran darah kaya oksigen menuju jantung dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Meningkatkan asam lambung

Buat pengidap maag, salah satu jenis makanan yang harus dihindari adalah junk food. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan lemak tidak jenuh ini, bisa membuat regulasi asam lambungmu jadi terganggu. Selain itu, junk food juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna. Bila junk food yang Anda makan tidak tercerna dengan sempurna, asam lambung dapat meningkat dan naik kerongkongan. Sehingga, dapat menyebabkan perut terasa mulas, dada sakit, dan tenggorokan panas.

Sembelit

Perut yang dalam kondisi kosong setelah berpuasa, sebaiknya tidak langsung diisi dengan makanan berat seperti junk food, karena bisa membuat saluran pencernaan jadi kaget dan mengganggu proses pencernaan.

Kebiasaan buruk seperti makan burger atau junk food lainnya dan minum minuman beralkohol atau bersoda juga bisa membuat Anda susah BAB. Akibatnya, perut akan terasa penuh dan tidak nyaman.

Ingin hidup Anda lebih sehat dan bahagia? Dapatkan update terbaru dari PerawatNers seputar tips dan info kesehatan di sini.

Topik Menarik