Kami Mencari Perawat Freelance

Hanya untuk yang amanah dalam bekerja

Daftar Sekarang

Jangan Sepelekan Pentingnya Sarapan

Hingga kini  banyak masyarakat urban yang masih menyepelekan  sarapan. Padahal, sarapan merupakan salah satu hal penting untuk mendapat energi,  sumber gizi seimbang sekaligus menjaga kesehatan.

Melihat pentingnya sarapan bagi tubuh, telah dilakukan perayaan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 2018 yang diperingati setiap 14-20 Februari.  Hal ini  sebagai komitmen Nestlé  untuk terus mendukung masyarakat mementingkan sarapan sehat dan gizi seimbang dan telah dicanangkan sejak 2017. Tahun ini, Nestlé menggelar kampanye Ayo Bangun Indonesia.

“Saat ini masih banyak ditemukan masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa sarapan. Atau memang ada yang sarapan, tetapi kualitas sarapan yang dikonsumsi, seperti kandungan energi, protein, vitamin dan mineralnya masih belum memenuhi kebutuhan gizi seimbang,” demikian Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, ahli nutrisi sekaligus Ketua Pergizi Pangan Indonesia pada diskusi Ayo Bangun Indonesia 2018 belum lama ini.

Data 2012 menunjukkan bahwa 17-59% siswa sekolah dan remaja serta 30,2% wanita dewasa tidak terbiasa sarapan. Di samping itu ditemukan  kualitas sarapan, 45% anak sekolah belum memenuhi kebutuhan gizi sarapan, 70% belum memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sarapan, serta 90% belum memenuhi kebutuhan serat sarapan.

“Namun, sebetulnya upaya untuk edukasi kesadaran pentingnya sarapan itu sudah berhasil. Saat ini kebiasaan sarapan di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia sudah meningkat lima tahun terakhir ini. Tentunya ini merupakan pencapaian yang baik bagi seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan PESAN.  Kini memang semakin banyak keluarga Indonesia yang memahami manfaat sarapan. Pentingnya sarapan  mulai dari meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan anak,  menanamkan kebiasaan disiplin, mempertahankan status gizi normal, hingga menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung koroner, dan stroke,” lanjut Prof. Dr. Ir. Hardinsyah.

Di samping itu, ia juga memaparkan bagaimana melewatkan sarapan dapat mengganggu produktivitas karena tubuh cepat lelah, tidak berenergi, susah berkonsentrasi serta meningkatkan risiko naiknya berat badan. Tentunya bila ini dialami banyak masyarakat baik mereka pelajar atau pekerja, akan menggangu produktivitas.

Lansia termasuk butuh sarapan sebagai sumber energi. Hanya memang perlu dipikirkan memilih makanan yang cocok. Misalnya makanan yang lembut seperti bubur atau kentang tumbuk dengan tambahan telur, susu dan sebagainya.

Pedoman 6J Saat Sarapan

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sarapan, Pergizi Pangan Indonesia menyarankan masyarakat untuk mengacu pada pedoman 6J saat sarapan. Hal ini  agar sarapan yang dipersiapkan mengandung unsur yang sehat dan gizi seimbang.

  1. Jenis makanan dan minuman pada sarapan: karbohidrat, protein (lauk pauk), sayur, buah dengan minuman berupa antara lain air putih, susu, kopi, teh atau jus.
  2. Jumlah pangan sesuai anjuran memenuhi sekitar ¼ kebutuhan gizi harian
  3. Jadwal sarapan dalam  kurun waktu dua jam setelah bangun tidur, dianjurkan sebelum jam 9 pagi
  4. Jurus mengolah: dianjurkan pengolahan pangan tidak rumit dan menghemat waktu agar kandungan zat gizi pada makanan tidak banyak hilang
  5. Jurus menyiapkan: penyajian yang menarik agar menggugah selera dan variasi makanan agar tidak bosan
  6. Jurus mengonsumsi: tidak makan tergesa-gesa, sambil berjalan atau berlari

Untuk semakin mendorong masyarakat menerapkan kebiasaan sarapan sehat, kampanye Ayo Bangun Indonesia 2018 menghadirkan berbagai program edukasi sarapan. Masyarakat dapat mengakses melalui situs Sahabat Nestlé, dan membaca artikel, tips, resep sarapan sehat, dan live chat bersama para ahli.

“Tahun lalu, kami meluncurkan Healthy Portion Plate untuk membantu para ibu di rumah dalam menyiapkan sarapan sehat. Tahun ini, kami menghadirkan Nestlé Breakfast Box sebagai solusi praktis bagi keluarga Indonesia dalam menerapkan sarapan sehat dengan gizi seimbang,” ujar Eka Herdiana,  Market Nutritionist Nestlé Indonesia yang juga hadir dalam diskusi ini.

Meramaikan kampanye Ayo Bangun Indonesia 2018 ditandai  dengan peluncuran buku ‘Mitos & Fakta Sarapan’ yang disusun oleh Pergizi Pangan Indonesia bekerja sama dengan Nestlé Indonesia. Buku yang dapat diunduh di  www.sahabatnestle.co.id mulai tanggal 7 Maret 2018. Lewat buku ini siapapun dapat mempelajari beragam hal seputar sarapan, mulai waktunya, mitos dan fakta, menu sarapan, dan lainnya.

“Keseluruhan rangkaian kegiatan Ayo Bangun Indonesia ini merupakan wujud komitmen Nestlé untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat,” tutup Eka Herdiana.

Nah, sudahkah Anda sarapan pagi ini? Sebaiknya jangan abaikan sarapan untuk mendapatkan tubuh bugar dan benenergi sepanjang hari.

Topik Terkait

Berita
Subscribe