Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Fisioterapi

Manfaat Latihan Fisik Bagi Lansia - Sebaiknya Bersama Ahli Fisioterapi

Banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia, diantaranya perubahan komposisi tubuh, otot, tulang dan sendi, sistem kardiovaskular, respirasi, dan kognisi. Distribusi lemak berubah dengan bertambahnya usia. Laki-laki dengan bertambahnya usia akan mengakumulasi lemak terutama di sekitar batang tubuh (truncus) dan disekitar organ-organ dalam, sedangkan wanita terutama di sekitar organ-organ dalam. Penelitian pada atlet senior menunjukkan bahwa mereka mempunyai kadar lemak lebih rendah dibandingkan dengan non-atlet, namun apabila dibandingkan dengan atlet muda mempunyai kadar lemak 5-10% lebih tinggi

Pada usia lanjut terjadi penurunan massa otot serta kekuatannya, laju denyut jantung menjadi maksimal, dan terjadi peningkatan lemak tubuh. Penelitian menunjukkan, latihan dan olahraga pada lansia dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan, dengan latihan yang teratur dapat memperbaiki angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) yang diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

Seperti kebanyakan orang, Anda mungkin pernah mendengar bahwa aktivitas fisik dan olahraga sangat baik untuk Anda. Bahkan, aktif secara fisik & teratur adalah salah satu hal yang paling sehat yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri. Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga memberikan banyak manfaat kesehatan dan bahwa lansia bisa mendapatkan banyak manfaat dengan tetap aktif secara fisik. Bahkan olahraga ringan dan aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan orang-orang yang lemah atau yang memiliki penyakit yang menyertai penuaan.

Menjadi aktif secara fisik juga dapat membantu Anda tetap kuat dan cukup fit untuk terus melakukan hal-hal yang Anda ingin lakukan saat pertambahan usia. Melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang teratur dan menjadikannya bagian dari hidup Anda dapat meningkatkan kesehatan Anda dan membantu Anda mempertahankan kemerdekaan Anda sebagai lansia.

Jadilah Aktif

Aktivitas fisik secara teratur dan olahraga penting untuk kesehatan fisik dan mental untuk hampir semua orang, termasuk lansia. Tetap aktif secara fisik dan berolahraga secara teratur dapat menghasilkan manfaat kesehatan jangka panjang dan bahkan meningkatkan kesehatan bagi sebagian orang tua yang sudah memiliki penyakit dan cacat. Itu sebabnya para ahli kesehatan mengatakan bahwa lansia harus bertujuan untuk menjadi seaktif mungkin.

Anggapan Aktif Secara Fisik Bisa Beresiko

Meskipun latihan dan aktivitas fisik adalah salah satu kegiatan sehat yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri, beberapa lansia enggan untuk berolahraga. Beberapa takut jika olahraga akan terlalu keras atau takut jika aktivitas fisik akan menyakiti mereka. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa mereka harus bergabung dengan gym atau harus memiliki peralatan khusus. Namun, studi menunjukkan bahwa "mengambil jalan yang mudah" juga berisiko. Untuk sebagian besar, ketika orang tua kehilangan kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sendiri, hal itu tidak terjadi hanya karena mereka sudah tua. Hal tersebut biasanya karena mereka tidak aktif. Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan lebih banyak kunjungan ke dokter, lebih banyak melakukan rawat inap, dan lebih banyak menggunakan obat-obatan untuk berbagai penyakit.

Mencegah atau Menunda Penyakit

Para ilmuwan telah menemukan bahwa tetap aktif secara fisik dan berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah atau menunda banyak penyakit dan cacat. Dalam beberapa kasus, olahraga merupakan pengobatan yang efektif untuk banyak kondisi kronis. Misalnya, studi menunjukkan bahwa orang dengan arthritis, penyakit jantung, atau diabetes mendapatkan manfaat dari olahraga teratur. Olahraga juga membantu orang dengan tekanan darah tinggi, masalah keseimbangan, atau kesulitan berjalan.

Mengelola Stres, Meningkatkan Mood

Secara teratur, aktivitas fisik dapat membantu mengelola stres dan meningkatkan mood baik Anda. Selain itu, menjadi aktif secara teratur dapat membantu mengurangi perasaan depresi. Studi juga menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan atau mempertahankan beberapa aspek fungsi kognitif, seperti kemampuan Anda dalam kecepatan menyelesaikan tugas-tugas, merencanakan suatu kegiatan, dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa perbedaan antara aktivitas fisik dan olahraga. kegiatan fisik adalah kegiatan yang membuat tubuh Anda bergerak seperti berkebun, berjalan anjing dan menaiki tangga bukan lift. Latihan adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang secara khusus direncanakan, terstruktur, dan berulang-ulang seperti latihan beban, tai chi, atau kelas aerobik. Kegiatan baik dalam kehidupan Anda akan memberikan Anda banyak manfaat kesehatan yang dapat membantu Anda merasa lebih baik dan lebih menikmati hidup sebagai lansia.

Fisioterapi: Penting bagi Lansia

Fisioterapi merupakan jenis perawatan yang berfokus pada pengembalian fungsi gerak seseorang. Bagi pasien yang mengalami cedera, mengidap penyakit tertentu, atau hal lainnya yang menurunkan fungsi gerak tubuhnya, fisioterapi sangat disarankan. Apalagi jika pasien tersebut sudah memasuki usia lanjut.

Seperti yang mungkin terjadi juga pada orangtua kita, kemampuan motorik pada lansia banyak berkurang. Pembentukan jaringan halus di punggung, leher, pundak, atau bagian lain di tubuhnya sudah banyak terhambat. Belum lagi kondisi saraf, otot, sendi, dan sebagainya yang kian memburuk. Nah, fisioterapi-lah yang dapat mempertahankan kondisi tubuh tetap berfungsi dengan baik.

Fisioterapi dapat dimulai dengan beberapa cara, disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Mulai dari peningkatan intensitas gerak secara manual, penggunaan alat bantu terapi, sampai melatih fungsi-fungsi bagian tubuh dan komunikasi. Namun secara keseluruhan, tindakan fisioterapi bertujuan untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan fungsi gerak seseorang. Juga mengurangi risiko penurunan fungsi gerak pada masa mendatang.

Bentuk-Bentuk Fisioterapi

Fisioterapi membutuhkan keaktifan dan kedisiplinan pasien, sekaligus kemampuan fisioterapis untuk menerangkan kondisi pasien dan memotivasinya untuk menjalani fisioterapi. Seorang terapis akan mendiagnosis pasien dan menentukan tindakan-tindakan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa bentuk fisioterapi yang biasa diberikan kepada pasien.

Latihan

Bentuk fisioterapi ini berfokus pada peregangan otot berupa senam dan olahraga. Tujuan dari bentuk ini adalah menguatkan otot, memperbaiki postur tubuh, atau penyiapan tubuh untuk aktivitas tertentu.

Teknik Elektroterapi

Fisioterapi ini melibatkan alat dengan aliran listrik. Karena itu, bentuk ini juga biasa disebut terapi listrik. Jenis-jenis dari terapi ini, antara lain terapi saraf dengan stimulasi elektrik (TEN) dan terapi stimulasi listrik melalui jaringan lemak (PENS), yang memadukan juga teknik akupuntur.

Fisioterapi Manual

Bentuk ini dilakukan secara manual berupa pijatan, peregangan, serta pengondisian dan mobilisasi sendi. Terapi ini biasanya dilakukan untuk memberi efek relaksasi, meningkatkan fleksibilitas bagian tubuh yang terganggu, dan mengurangi nyeri akibat cedera.

Terapi Okupasi

Bentuk fisioterapi ini dikhususkan bagi pasien dengan keterbatasan fisik, sensorik, dan mental. Biasa disebut juga occupational therapy, bentuk ini memosisikan fisioterapi sebagai pendukung kegiatan sehari-hari pasien agar lebih baik.

Terdapat juga bentuk fisioterapi lainnya, yang membantu pasien dalam berolahraga dan mendampingi saat menggunakan alat-alat terapi. Selain itu, ada juga hidroterapi, terapi suhu, ultrasound, latihan pernapasan, dan akupuntur.

Fisioterapi Baik Juga untuk Kita

Seperti yang kini sudah kita ketahui, fisioterapi pun dapat kita manfaatkan. Bukan hanya untuk orangtua kita yang sudah lanjut usia. Setidaknya, bentuk perawatan ini dapat membantu kita memiliki fungsi gerak yang baik pada waktu yang lama. Terutama jika kita merasa ada bagian tubuh yang nyeri, cedera, atau terindikasi gangguan saraf, fisioterapi dapat kita lakukan.

Tidah hanya untuk menyembuhkan saja, namun fisioterapi juga bisa me-refresh diri Anda dari pulangnya setelah traveling, cedera saat berolahraga hingga memulihkan lower back pain saat di kantor.

Soal bagaimana kita dapat menjalani fisioterapi, saat ini kita tidak melulu harus datang ke klinik atau penyedia layanan fisioterapi lainnya. Kita dapat memanggil layanan fisioterapi ke rumah. Hal itu sangat mudah sehingga fisioterapi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Topik Menarik