Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Fisioterapi

Menghilangkan Efek Stroke Dengan Terapi Agar Segera Pulih

Otak adalah organ yang sangat komplek yang mengendalikan berbagai fungsi tubuh. Jika stroke terjadi dan aliran darah tidak dapat mencapai wilayah yang mengontrol fungsi tubuh tertentu maka bagian tubuh itu tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Jika stroke terjadi ke arah belakang otak, misalnya, kemungkinan beberapa kecacatan yang melibatkan penglihatan akan terjadi. Efek stroke tergantung pada beberapa faktor, termasuk lokasi ganguan pada otak dan seberapa banyak jaringan otak terpengaruh. Namun, karena satu sisi otak mengendalikan sisi tubuh yang berlawanan, stroke yang memengaruhi satu sisi akan mengakibatkan komplikasi neurologis pada sisi tubuh yang dipengaruhinya.

Otak kiri

Jika stroke terjadi di sisi kiri otak maka sisi kanan tubuh akan terpengaruh, dan akan menunjukan semua atau sebagian dari gejala gejal ini:

Kelumpuhan di sisi kanan tubuh

  • Masalah bicara / bahasa
  • Gaya perilaku yang lambat dan berhati-hati
  • Hilang ingatan

Otak kanan

Jika stroke terjadi di sisi kanan otak, sisi kiri tubuh akan terpengaruh, kan menunjukan semua atau sebagian dari gejala gejal ini:

Kelumpuhan di sisi kiri tubuh

  • Masalah penglihatan
  • Gaya perilaku yang cepat dan penuh rasa ingin tahu
  • Hilang ingatan

Efek Fisik Stroke

Stroke mungkin memiliki banyak efek fisik. Tetapi terlepas dari apakah itu berdampak pada anggota badan, kemampuan menelan, penglihatan atau hanya membuat pasien merasa lelah. Keinginan dan usaha terus menuju pemulihan adalah penting.
Fisioterapi yang di bantu dengan terapis handal dan mampu menyemangati pasien untuk terus berusaha adalah hal yang sangat penting bagi kesembuhan pasien.

Memaksimalkan Komunikasi dan  Kemandirian

Dampak stroke pada bicara dan bahasa bisa signifikan dan sulit. Tetapi memahami berbagai kondisi dan cara memperbaikinya, atau bekerja di sekitarnya, dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup.
Selain diperlukan fisioterapi untuk membantu kesembuhan dan kemandirian pasiean, diperlukan juga terapi wicara bila efek dari stroke terebut adalah ganguan dalam berbicara.
Gangguan berbicara ini dapat berupa gangguan bicara atau gangguan bahasa. Mengenali efek stroke dan memulai secepatnya proses pemulihan adalah sangat penting bagi pasien serangan stroke.

Gangguan bicara bisa bermacam macam. Berikut adalah 6 jenis afasia atau gangguan bicara setelah/paska stroke:

  • Afasia/gangguan bicara global: kesulitan berbicara, memahami pembicaraan, membaca, dan menulis
  • Afasia / afasia ekspresif Broca: kesulitan dengan keluaran ucapan tetapi mungkin tidak berjuang dengan pemahaman
  • Afasia/gangguan bicara non-fasih campuran: kesulitan dengan keluaran dan pemahaman ucapan
  • Afasia/gangguan bicara Wernicke: mudah berbicara, tetapi sulit menyampaikan atau memahami makna
  • Afasia anomik: mudah memahami pembicaraan dan membaca, tetapi kesulitan menghasilkan kata-kata
  • Afasia progresif primer: perburukan progresif kemungkinan dari penyakit neurodegeneratif lain seperti Penyakit Alzheimer

Lebih dari 33% pasien stroke memiliki beberapa bentuk masalah bicara segera setelah stroke. Banyak yang pulih dalam beberapa bulan, tetapi 60% terus mengalami masalah bicara selama 6 bulan pasca-stroke.

Namun, pemulihan yang buruk dari afasia ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya volume pengobatan dan terapi yang diterima sebagian besar pasien.

Terapi wicara sangat penting dalam penyembuhan fisik dan kejiwaan dari pasien penderita stroke untuk mengembalikan kemandirian dan percaya diri bagi pasien paska stroke.

Topik Menarik