Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Ibu dan Anak

Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?

Ibu hamil disarankan tidak puasa pada trisemester pertama (3 bulan pertama)

Pada trimester satu atau tiga bulan pertama, janin masih proses pembentukan organ tubuh, otak, saluran cerna dan ginjal. Masa yang rentan ketika ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa adalah pada trimester pertama dan trimester terakhir masa kehamilan. Ini karena pada trimester pertama, tubuh ibu masih beradaptasi dengan keberadaan janin.

Perubahan hormon, rasa mual, dan muntah masih sering dialami pada trimester pertama. Jika ibu memaksakan puasa pada masa ini, ibu hamil akan rentan dehidrasi dan kekurangan asupan bagi janin. Hal ini tentu berbahaya karena pertumbuhan janin dapat terhambat.

Apa Risikonya Berpuasa Saat Hamil Trimester Pertama?

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 di salah satu rumah sakit di Tehran, Iran, menyatakan bahwa ibu hamil yang sedang dalam masa trimester pertama dan berpuasa memiliki risiko 1,5 kali lebih besar nantinya melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg). Ini bisa jadi dikarenakan kurangnya asupan gizi ke janin, padahal pada trimester pertama dibutuhkan tambahan kalori kurang lebih 180 kalori per harinya untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi.

Kapan Ibu Hamil Boleh Berpuasa?

Bolehkah Berpuasa pada trisemester ke dua?. Pada masa ini ibu hamil sudah mulai nyaman dengan kehamilannya. Morning sickness sudah berkurang dan ibu sudah dapat beradaptasi dengan keberadaan janin. Pada masa ini ibu hamil boleh berpuasa, tetapi harus tetap memperhatikan asupan gizinya apakah sudah cukup atau belum, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Trimester tiga atau di bulan ketujuh hingga kesembilan biasanya seorang ibu hamil sudah siap melahirkan. Meski demikian, asupan dalam jumlah yang cukup dibutuhkan janin karena terus berkembang.
Seseorang di trimester tiga diperbolehkan puasa ketika tekanan darah normal, tidak ada anemia, tidak memiliki sakit gula, janinnya baik, dan berat bayi sudah sesuai.

Pada trimester akhir, janin masih terus berkembang menyempurnakan organ-organ penting sehingga disarankan ibu hamil tetap makan secara teratur untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Selain itu, saat trimester akhir, kelahiran janin bisa terjadi kapan saja dan ibu hamil diharapkan memiliki tenaga yang cukup untuk melahirkan. Maka dari itu, memenuhi kebutuhan gizi sangatlah penting pada masa-masa ini.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berpuasa?

Kehamilan harus sehat aman

Selain kondisi fisik Ibu, pastikan juga kondisi janin yang ada di dalam kandungan juga aman, kuat, dan sehat tanpa masalah kehamilan apa pun. Kehamilan ibu harus berjalan dengan baik. Sebelum memutuskan untuk berpuasa, usia kehamilan juga perlu diperhatikan. Banyak ahli yang menyarankan bahwa usia kehamilan yang dianggap paling aman untuk berpuasa adalah di atas usia 12 minggu hingga seterusnya.

Bila perlu, konsultasikan pada bidan atau dokter yang menangani, apakah ada kemungkinan komplikasi yang membuat ibu lebih berisiko jika berpuasa, seperti diabetes (diabetes gestasional) dan anemia. ibu mungkin perlu lebih sering melakukan pemeriksaan selama puasa untuk memantau kadar gula darah. Puasa dianggap tidak aman jika ibu menderita diabetes saat hamil.

Menjaga asupan selama berpuasa

Jika ingin berpuasa, ibu juga tidak boleh meninggalkan sahur. Asupan makanan bergizi dan minuman pun harus tercukupi. ibu tidak boleh mengalami penurunan berat badan dan harus tetap penuhi gizi seimbang. ibu bisa menanyakan pada dokter tentang asupan apa saja yang harus dipenuhi selama berpuasa.

Bayi tetap membutuhkan nutrisi dari ibu, dan jika tubuh memiliki persediaan energi yang cukup, puasa cenderung aman dan lebih minim dampak bagi bayi. Cobalah untuk membuat diari makanan. Ibu hamil dapat mencatat apa saja makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan cara ini, ibu hamil dapat menghitung berapa jumlah asupan kalori per hari sehingga dapat mencegah terjadinya kekurangan asupan.

Jika terbiasa mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh, kurangi sebelum ibu berpuasa untuk mencegah sakit kepala. Ingat bahwa coklat dan teh hijau juga mengandung kafein.

Pertimbangkan berkonsultasi

Hanya ibu yang bisa menilai seberapa sehat kondisi fisik yang dirasakan, dan keputusan yang tepat untuk diri sendiri. Bicarakan dengan keluarga, bidan atau dokter, untuk membantu mempertimbangkan pilihan ini.

Jika ibu ragu tentang kesehatan ibu atau bayi, konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan terlebih dahulu untuk mendapatkan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap sebelum memutuskan berpuasa.

Topik Menarik