Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Care Giver

Perawat Homecare Membantu Lansia Sehat di Rumah

Perawat Dibutuhkan dalam Mengatur Porsi Makan Lansia

Memasuki usia lanjut, kebanyakan orang akan mulai kehilangan nafsu makan dan/atau menurunkan porsi makanan. Ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari menurunnya fungsi indra penciuman dan perasa, sekaligus juga fungsi saluran pencernaan, hingga kondisi emosi yang kurang baik akibat depresi atau penurunan fungsi kognitif otak. Kondisi ini bisa menyebabkan lansia kehilangan cadangan energi dan tidak mendapatkan cukup nutrisi, sehingga bisa menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius seperti anoreksia, gangguan fungsi organ, bahkan meningkatkan risiko kematian. Dengan kasus yang ada, sangat dibutuhkannya jasa perawat untuk membantu keluarga mengatur porsi makan lansia.

Mengatur porsi makan lansia penting dilakukan untuk mendukung kesehatan tubuhnya. Banyak lansia yang mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, juga diabetes. Penyakit-penyakit ini bisa dikontrol atau bahkan dicegah dengan menjaga pola makan sehat dan olahraga teratur.

Selain itu, banyak juga lansia yang mengalami kelebihan berat badan. Hal ini memengaruhi kemampuannya bergerak dan meningkatkan risiko penyakit osteoporosis serta osteoarthritis. Oleh karena itu, perawat memiliki peran penting untuk mengontrol porsi makan pada lansia agar tidak berlebihan, sehingga bisa mempertahankan berat badannya bukan mengalami kenaikan berat badan.

Perawat mengatur porsi makan lansia juga bertujuan agar tidak kekurangan zat gizi tertentu. Beberapa zat gizi yang sering kurang dikonsumsi oleh para lansia adalah vitamin B6, vitamin B12, asam folat, vitamin C dan kalsium. Semua zat gizi tersebut bisa didapatkan dari biji-bijian (seperti gandum), buah, sayur, susu dan produknya, serta daging dan produknya. Pemenuhan zat gizi ini dapat mencegah lansia kehilangan ingatan, anemia, atau depresi.

Jumlah Kalori Pada Lansia

Untuk mengetahui berapa porsi makan lansia, sebaiknya ketahui dulu berapa kebutuhan kalori untuk para lansia. Hal ini karena kebutuhan kalori memengaruhi porsi makan seseorang. Tampaknya, kebutuhan kalori para lansia mengalami penurunan. Karena, kebutuhan kalori didasarkan pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Semakin tua usia seseorang, semakin berkurang kebutuhan kalorinya dibandingkan orang yang lebih muda dengan jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik yang sama. Lagipula, semakin tua seseorang, biasanya semakin berkurang juga aktivitas fisik yang dilakukan. Alhasil, kebutuhan kalorinya pun ikut menurun.

Kebutuhan kalori tiap lansia pasti berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, Anda bisa berkonsultasi dengan perawat khusus untuk lansia yang merawat dan mengatur pola makan.

 

Perawat : Ini Porsi Makan Lansia dalam Sehari

Porsi makanan yang dibutuhkan lansia tentu berbeda-beda antar individu. Ini tergantung dari kebutuhan kalori lansia yang pastinya juga berbeda. Namun, seperti dilansir dari National Institute on Aging, umumnya para lansia atau orang yang berusia lebih dari 50 tahun memiliki porsi makan dalam sehari sebagai berikut :

  1. Buah dan sayur sebanyak lima porsi per hari. Atau, bisa dibagi menjadi 150-250 gram buah per hari dan 200-350 gram sayur per hari.
  2. Beras, gandum, atau biji-bijian lain sebanyak 150-300 gram per hari. Jumlah ini bisa dibagi menjadi tiga, jadi misalnya Anda makan pagi cukup mengambil nasi sebanyak 100 gram atau satu centong nasi.
  3. Makanan sumber protein, seperti ayam, ikan, daging, tahu, dan tempe, sebesar 150-200 gram per hari.
  4. Susu atau produk susu, seperti keju dan yogurt, sebesar 3 gelas per hari. Pilihlah susu bebas lemak atau rendah lemak.
  5. Minyak sebesar 5-8 sendok teh.
  6. Batasi penggunaan gula hanya 4 sendok makan dan garam hanya 1 sendok teh.

Masing-masing lansia memiliki kebutuhan porsi makan yang berbeda, namun intinya penuhi piring dengan makanan sumber karbohidrat, makanan sumber protein nabati serta hewani, sayuran, dan buah-buahan. Kelima unsur ini harus ada dalam piring di setiap kali makan utama dan harus beragam agar semua zat gizi terpenuhi dengan baik. Jangan lupa untuk mengatur jam makan, setidaknya tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan di antara makan utama.

Perawat Bisa Bantu Suntik Vaksin untuk Lansia di Rumah

Tidak hanya anak-anak yang butuh imunisasi, lansia pun membutuhkannya. Pasalnya, sistem imun tubuh akan semakin melemah seiring bertambahnya usia. Inilah yang menyebabkan orang tua lebih rentan sakit dan terinfeksi. Vaksin alias imunisasi bisa menjadi cara yang tepat mencegah lansia tertular penyakit agar bisa lebih produktif di masa tuanya.

Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit (virus, jamur, racun, atau bakteri; tergantung dari jenis penyakit yang ingin dicegah) yang telah dilemahkan atau mati sehingga tidak akan menyebabkan penyakit.

Di dalam tubuh, vaksin bekerja meniru terjadinya infeksi penyakit itu untuk memicu sistem imun tubuh membangun perlawanan terhadapnya. Hal ini kemudian membuat tubuh selalu bersiap atas serangan penyakit yang sebenarnya sudah mengenali organisme mana yang berbahaya dan perlu diberantas.

Vaksin tidak hanya bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik, kini Anda bisa melakukan vaksin untuk lansia di rumah. Hanya dengan memanggil perawat untuk jasa layanan home visit, kenyamanan bisa dirasakan oleh orang tua Anda.

Kenali 4 Jenis Vaksin untuk Lansia

Beberapa vaksin yang direkomendasikan untuk lansia, yaitu:

Vaksin Herpes Zoster

Vaksin herpes zoster perlu orang tua Anda dapatkan, terlebih apabila ia sudah pernah terkena cacar air di masa mudanya. Virus cacar air bisa terus berdiam dalam tubuh selama bertahun-tahun, bahkan setelah Anda sembuh, dan kambuh di kemudian hari dalam versi cacar ular alias herpes zoster. Baik cacar air dan cacar ular (herpes zoster) sama-sama disebabkan oleh satu virus, yaitu varicella virus.

Virus ini bisa bertambah kuat seiring dengan kekebalan tubuh lansia yang melemah. Komplikasi yang paling umum terhadap penyakit ini adalah neuralgia postherpetik, yang ditandai dengan nyeri kronis selama berbulan-bulan setelah herpes zoster akut.

Itu sebabkan lansia juga perlu mendapatkan vaksin herpes zoster apabila belum pernah mendapatkannya. Vaksin ini diberikan kepada orang berusia 50 sampai 60 tahun, baik dalam keadaan sehat maupun sedang menderita herpes sekalipun. Kemanjuran vaksin ini bertahan selama lima tahun. Untuk info lengkapnya bisa berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu

Vaksin Flu

Meski umum dan seringkali diremehkan, flu bisa mematikan jika gejalanya terus dibiarkan. Apalah pada lansia yang sistem imunnya sudah lebih lemah, sehingga flu akan lebih sulit dan lama sembuhnya.

Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes dan penyakit jantung juga makin melemahkan daya tahan tubuhnya sehingga bisa memperburuk flu bahkan menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia.

Virus influenza bisa dicegah dengan vaksin flu yang bisa Anda dapatkan dengan memanggil perawat ke rumah yang bisa dilakukan satu kali setiap tahun. Tubuh lansia butuh waktu sekitar dua minggu untuk merespons vaksin dan membangun kekebalan tubuhnya.

Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi virus menular yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Vaksin hepatitis B dibutuhkan lansia karena organ hati dan fungsinya mengalami penurunan akibat penuaan alami, sehingga membuatnya rentan terinfeksi virus.

Seorang lansia juga rentan tertular hepatitis B apabila sudah lebih dulu punya penyakit hemofilia, diabetes, ginjal, dan penyait lainnya yang menyebabkan daya tahan tubuhnya melemah.

Vaksin hepatitis B pada umumnya sudah diberikan sejak bayi dengan tiga atau empat rangkaian suntikan selama enam bulan. Namun, bila Anda tidak yakin bahwa dirinya sudah mendapatkan vaksin ini atau belum, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan vaksin ini lagi.

Vaksin Pneumococcal

Vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptocossus pneumoniae atau lebih sering disebut kuman pneumokokus. Vaksin pneumococcal berfungsi mencegah pneumonia (infeksi paru-paru), meningitis (infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang), dan sepsis (infeksi darah).

Penyakit akibat bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan ketulian, kerusakan otak, kehilangan anggota tubuh, dan bahkan kematian. Biasanya, vaksin untuk lansia ini diberikan dalam dua tahapan, yaitu vaksin pneumokokus jenis konjugasi dan vaksin pneumokokus jenis polisakarida. Orang tua Anda ingin melakukan vaksin pneumococcal? Dapatkan jasa home visit dengan bantuan perawat profesional di bidangnya.

Perawat Membantu Merawat Gigi Lansia

Gigi dapat lebih mudah copot seiring bertambahnya usia jika orang tua Anda merokok dan kurang menjaga kebersihan gigi. Namun, ada beberapa penyebab lain yang nyatanya juga dapat meningkatkan risiko lansia mengalami gigi ompong.

Rutin menyikat gigi dan flossing gigi merupakan kunci penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut khususnya bagi lansia. Pada lansia, plak bisa terbentuk dengan cepat di gigi, terutama jika orang tua Anda tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, tapi juga bisa menyebabkan penyakit gusi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi lansia mudah copot.

Tips Merawat Gigi dan Mulut Lansia

Berikut adalah tips untuk mencegah masalah mulut dan gigi pada lansia :

Sikat dan flossing gigi setiap hari

Pastikan orang tua Anda terus menyikat gigi sebanyak dua kali sehari dan flossing gigi setiap hari. Kedua hal ini termasuk cara merawat gigi dan mulut yang paling dasar yang wajib dilakukan, seperti apa pun kondisi kesehatan lansia.

Sikat gigi dapat melindungi gigi lansia dari penumpukan plak, pembusukan dan penyakit gusi. Selain melakukan sikat dan flossing gigi, sebaiknya lansia juga membersihkan gigi dengan berkumur cairan antiseptik 1-2 kali sehari dengan tujuan untuk mencegah penumpukan plak dan penyakit gusi.

Kunjungi dokter gigi secara teratur

Dengan mengunjungi dokter gigi secara teratur, dapat membantu lansia untuk mendeteksi masalah gigi yang mungkin terjadi di tahap awal. Jika menunda perawatan, mungkin lansia akan mengalami kerusakan gigi permanen.

Ketika lansia berada di klinik gigi, dokter akan memeriksa dan merawat gigi secara menyeluruh, sampai ke titik yang tidak dapat dicapai. Ini akan membuat gigi, gusi, dan mulut lansia lebih sehat.

Merawat gigi sesuai anjuran dokter

Jika lansia pernah melakukan implan gigi atau tambal gigi, ini perlu perawatan yang sesuai untuk tetap mendapatkan gigi yang sehat di masa tua. Lakukan perawatan yang dianjurkan dokter untuk mempertahankan perbaikan gigi yang dimiliki.

Jika lansia memakai gigi palsu, pastikan untuk menjaganya tetap bersih dan ikuti panduan perawatan khusus dokter gigi. Sama seperti gigi alami, gigi palsu bisa bertahan lama jika merawatnya dengan baik.

Menjaga pola makan sehat

Pola makan yang sehat dan seimbang akan membantu merawat gigi dan mulut lansia. Konsumsi makanan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh lansia. Ini akan membantu melindungi orang tua dari infeksi dan penyakit termasuk di mulut. Beberapa makanan peningkat kekebalan tubuh termasuk bawang putih, minyak kelapa, sayuran hijau, spirulina, buah pepaya, kiwi, dan jeruk.

Batasi makanan manis dan mengandung pati

Anda bisa mencegah gangguan mulut dan gigi dengan mengurangi atau membatasi makanan atau minuman yang manis dan mengandung pati. Keduanya merupakan makanan dan minuman yang dapat merusak gigi, berapapun usianya, baik anak-anak maupun lansia.

Gula menciptakan asam yang dapat mengikis gigi lansia. Sementara, makanan yang mengandung pati menempel ke gigi dan membentuk plak, sehingga membuat bakteri menumpuk di gigi.

PerawatNers.com merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional

 

Topik Menarik