Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Hidup Produktif

Manfaat Puasa Sosial Media

Manusia adalah makhluk sosial. Kita membutuhkan orang lain untuk berkembang dalam kehidupan. Hubungan kita dengan manusia lain sangat mempengaruhi kesehatan mental bahkan kebahagian. Terhubung secara social dengan manusia lain atau bahkan makhluk lain dapat meringankan stress, kecemasan, depresi, meningkatkan kepercayaan diri sehingga memberi kenyamanan, kegembiraan, mencegah kesepian yang terbukti dapat memperpanjang hidup kita. Sebaliknya, kurangnya koneksi sosial yang kuat dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan mental dan emosional kita. Saat ini manusia modern menggunakan sosial media untuk terhubung dengan manusia lainnya

Facebook dan Instagram sebagai social media yang paling banyak digunakan pernah tidak bisa diakses. Facebook, Instagram dan platform sosial lainnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Netizen mengeluhkan hal ini lewat twitter dan jenis sosial media lainnya. Kehebohan semacam ini selalu terjadi ketika ada media sosial yang 'down'. Dokter jiwa dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta Dr dr Irmansyah, SpKJ(K) menyebut level keterikatan seseorang dengan media sosial akan menentukan respon yang muncul ketika media tersebut tidak bisa di akses.

"Beberapa orang punya keterikatan (dengan media sosial), punya cara komunikasi, dan punya gaya sendiri-sendiri. Dan bagi orang yang menjadikan media tersebut sebagai satu-satunya cara mereka berkomunikasi, atau itu jadi cara komunikasi yang utama bagi mereka, tentunya itu akan menjadi masalah untuk mereka. Ya seperti kita kehilangan sesuatu," katanya.

Aspek Positif Sosial Media

Banyak peneliti yang mengatakan bahwa interaksi secara virtual di sosial media tidak memberikan dampak yang sama dengan interaksi secara nyata seperti tatap muka. Walaupun demikian, masih ada beberapa aspek positif dari sosial media.

  • Berkomunikasi dan tetap up to date dengan keluarga dan teman-teman di seluruh dunia.
  • Dapat menemukan teman dan komunitas baru; jaringan dengan orang lain yang memiliki minat dan hobi yang sama
  • Bergabung atau promosikan hal-hal yang bermanfaat; meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting.
  • Mencari atau menawarkan dukungan emosional selama masa-masa sulit.
  • Mendapatkan hubungan sosial yang vital jika tinggal di daerah terpencil atau memiliki kemandirian yang terbatas, kecemasan sosial, atau menjadi bagian dari kelompok yang terpinggirkan.
  • sebagai tempat atau wadah untuk kreativitas dan ekspresi diri
  • Dapat menjadi sumber-sumber informasi dan pembelajaran yang berharga.

Dampak Negatif dari Sosial Media

Lalu apa saja dampak-dampak negatif dari menggunakan sosial media?. Dibawah ini adalah beberapa kerugian dari penggunaan sosial media.

Membuat Kecanduan

Para ahli belum sepakat sepenuhnya apakah kecanduan internet adalah hal yang nyata, apalagi kecanduan media sosial, tetapi ada beberapa bukti bahwa keduanya mungkin ada. Walaupun banyak orang mengatakan bahwa mereka bisa mengontrol waktu, pada dasarnya menggunakan sosial media adalah kegiatan yang adiktif atau membuat kecanduan sehingga tanpa disadari banyak sekali waktu yang digunakan di dunia virtual.

Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Kita masuk dalam perangkap membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain ketika kita menelusuri feed kita, dan membuat penilaian tentang bagaimana kita mengukur.

Walaupun terkadang kita menyadari bahwa foto dan kejadian di yang dihadirkan mungkin adalah pencitraan atau manipulasi, tetapi hal tersebut tidak membuat berhenti untuk membandingkan hidup dan fisik yang dipunyai dengan apa yang orang lain alami atau miliki yang kemudian akan menimbulkan perasaan iri yang tidak sehat di dalam diri. Menghabiskan waktu yang banyak di media ini terkait dengan tingkat depresi yang tinggi.

Fear of Missing Out (FOMO)

Fear of missing out atau ketakutan ketinggalan informasi, trend, pergaulan atau hal lainnya telah ada jauh lebih lama daripada media sosial itu sendiri.

Situs seperti Facebook dan Instagram tampaknya memperburuk perasaan bahwa orang lain lebih bersenang-senang atau menjalani kehidupan yang lebih baik daripada kita. Gagasan bahwa akan kehilangan hal-hal tertentu dapat mempengaruhi harga diri, memicu kecemasan, dan memicu untuk menghabiskan waktu di media sosial lebih banyak lagi.

FOMO dapat memaksa kita untuk memeriksa hand phone setiap beberapa menit untuk melihat adakah hal baru yang terjadi. Dapat juga secara kompulsif merespons setiap dering atau getar hand phone. Bahkan sering kali di saat megemudi akan mengambil risiko untuk melihat ke handphone dan mempengaruhi konsentrasi dalam mengemudi yang sering kali menyebabkan kecelakaan. FOMO ini juga membuat tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari, atau memprioritaskan interaksi media sosial dibandingkan hubungan dunia nyata.

Isolasi

Sebuah penelitian di University of Pennsylvania menemukan bahwa penggunaan Facebook, Snapchat, dan Instagram yang tinggi meningkatkan perasaan kesepian. Sebaliknya, penelitian ini menemukan bahwa mengurangi penggunaan media sosial membuat orang merasa tidak terlalu kesepian dan terisolasi dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Sosial Media Menambah Pengeluaran dan Membuat Berat Badan Bertambah

Menurut Schwab's Modern Wealthy 2019 survey, 49 persen dari milenial melaporkan bahwa media sosial mempengaruhi mereka untuk menghabiskan uang atau mengeluarkan uang secara berlebihan. Dan sains mendukung fenomena pengeluaran ini:

Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research mengaitkan penggunaan sosial media yang aktif berkolerasi dengan tingkat utang kartu kredit yang lebih tinggi, serta indeks massa tubuh yang lebih tinggi

Manfaat Membatasi Sosial Media Bagi Kesehatan

Terlalu lama menghabiskan waktu di jejaring sosial sangatlah tidak baik bagi kesehatan fisik maupun psikis. Ada beberapa dampak mengerikan yang akan dirasakan jika terlalu eksis dan menghabiskan banyak waktu di jejaring sosial. Sementara itu, ketika Anda mau berhenti, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan yaitu :

Mencegah & Mengatasi Obesitas

Ketika berinteraksi di media ini, dipastikan bahwa Anda akan duduk, berbaring atau sekedar berdiam diri sembari menatap layar gadget atau komputer. Jika aktivitas ini dilakukan terlalu berlebihan, tentunya ini akan membuat Anda tidak memiliki gerak tubuh yang cukup setiap harinya.

Tanpa gerak tubuh yang cukup, kita pun akan semakin rentan mengalami kegemukan atau obesitas. Sebaliknya, jika Anda mau berhenti main media sosial dan menyibukkan diri dengan aktivitas yang memperbanyak gerak tubuh, ini akan membuat terhindar dari risiko kegemukan atau obesitas.

Menurunkan Risiko Depresi

Banyak orang mengalami stres berat dan depresi karena terlalu lama bermain media sosial. Kenapa seseorang bisa mengalami depresi saat bermain jejaring sosial? Ketika seseorang mencari kebahagiaan di media sosial, orang tersebut dipastikan akan merasa sangat kecewa jika tidak menemukan kebahagiaan tersebut di sana.

Seseorang yang semula sangat bersyukur dengan hidupnya tapi tiba-tiba mengetahui sahabat, orang terdekat atau kawan lamanya lebih bahagia dan beruntung, sadar atau tidak ini akan menyebabkan rasa iri, dengki hingga kecewa. Untuk itu, dengan berhenti bermain jejaring sosial, ini akan menurunkan risiko iri, dengki maupun kecewa serta depresi.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal EClinical Medicine itu mencatat bahwa perempuan yang menggunakan media sosial 50 persen lebih berisiko terkena depresi daripada laki-laki yang hanya 35 persen. Penelitian ini membandingkan anak-anak yang menggunakan jejaring sosial 1 sampai 3 jam per hari. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan media sosial juga mempengaruhi peningkatan pelecehan online, kurang tidur, dan body shaming, yang selanjutnya akan meningkatkan gejala depresi yang lebih tinggi.

Fakta tentang hubungan jejaring sosial dan depresi diungkap oleh laporan dari Centre for Longitudinal Studies yang berjudul Heavy social media use linked to depression in young teens. Laporan itu menjelaskan bahwa data pada 10.904 anak berusia 14 tahun yang lahir antara tahun 2000 dan 2002 di Inggris yang berjenis kelamin perempuan rata-rata memiliki skor gejala depresi yang tinggi.

Meningkatkan Daya Ingat dan Sehat Buat Mata

Memutuskan untuk berhenti menjelajah Facebook, Instagram atau lainnya akan membuat Anda memiliki otak yang lebih sehat, daya ingat yang lebih dahsyat dan mata yang sehat. Para ahli mengungkapkan jika radiasi di ponsel, komputer atau gadget berpengaruh buruk terhadap kesehatan otak, mata juga organ tubuh lainnya.

Lebih Peka Lingkungan Sekitar

Lebih banyak bersosialisasi dan menghabiskan waktu di dunia nyata justru lebih bermanfaat dan membuat Anda merasa bahagia. Bertemu dengan orang-orang di sekitar, bercengkerama dan membahas berbagai hal bersama secara tidak langsung bisa menurunkan risiko kesepian, depresi hingga jantung.

Ambillah waktu istirahat dari bberkomunikasi secara virtual untuk dapat membuat Anda lebih peduli dengan sekitar dan memberikan banyak waktu untuk bertemu serta mengenal orang-orang di dunia nyata.

Topik Menarik