Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Home Care

Terapi Okupasi Lebih Nyaman Dilakukan di Rumah

Terapi Okupasi merupakan bentuk layanan jasa home care untuk pasien yang mengalami gangguan fisik atau mental dengan menggunakan latihan yang dapat meningkatkan kemandirian pasien pada area aktivitas kehidupan sehari-hari. Tujuan utama dari terapi okupasi adalah memungkinkan pasien untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Seperti untuk anak berkebutuhan khusus yang pada umumnya memiliki kemampuan motorik halus yang perlu dilatih agar dapat mengerjakan berbagai aktifitas dengan mandiri seperti makan, minum, memakai dan melepas pakaian, memegang pensil, dan lain-lain.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak mampu melakukan hal-hal penting dengan sendirinya, bisa mempertimbangkan terapi okupasi sebagai jalur pengobatan. Melalui terapi ini, Anda akan dibuat lebih mandiri dalam menjalani keseharian.

Sebelum diputuskan mendapatkan terapi okupasi, dokter akan mengidentifikasi dahulu sejauh mana kesulitan pasien dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Jika berbicara mengenai kegiatan sehari-hari seperti halnya berpakaian atau pergi berbelanja, maka terapi ini bisa dijadikan jalan keluar yang tepat. Pada dasarnya, terapi okupasi ini dilakukan untuk memberikan solusi praktis untuk kesulitan-kesulitan lain yang mungkin akan dialami.

Siapa Saja Yang Memerlukan Terapi Okupasi?

Terapi okupasi sangat dibutuhkan untuk anak berkebutuhan khusus. Diperlukan perhatian khusus dan energi ekstra untuk mempelajari keterampilan dasar dalam perawatan diri seperti makan, mandi dan sebagainya serta keterampilan akademik seperti membaca dan menulis. Melakukan aktivitas menulis memerlukan keterampilan yang komplek diantaranya integrasi visual motorik yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan, kognitif perseptual, perencanaan gerak, kekuatan otot, hubungan ruang dan jarak, dan masih banyak komponen lain yang diperlukan di dalamnya. Di sini peran terapi okupasi yaitu mempersiapkan dan melatih anak agar siap melakukan berbagai kegiatan sehari-harinya dengan mandiri.

Untuk orang dewasa maupun lansia, yang biasa ditangani terapi okupasi diantaranya kondisi neurology dan ortopedi dengan penyakit stroke, bahu beku, cidera kepala, kondisi luka bakar, osteoarthritis, remathoid arthritis, fraktur / patah tulang, amputasi, dan sebagainya. Dengan menjalani terapi okupasi, dapat membantu proses penyembuhan pasien agar mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Panggil Terapi Okupasi Jika Anda Alami 4 Hal Ini

Penerapan terapi okupasi sebaiknya harus melalui pertimbangan secara matang. Setidaknya, lakukanlah evaluasi menyeluruh yang valid bersama dokter sebelum Anda menjalani terapi ini. Berikut 5 hal yang menjadi tanda dibutuhkannya terapi okupasi :

  1. Jika Anda sedang menjalani pemulihan dan kembali bekerja setelah mengalami cedera yang berhubungan dengan pekerjaan.
  2. Orang yang menderita gangguan mental dan fisik sejak lahir. Mereka yang secara tiba-tiba menderita kondisi kesehatan serius, seperti stroke, serangan jantung, cedera otak, atau amputasi.
  3. Orang-orang yang menderita penyakit kronis, seperti arthritis, multiple sclerosis, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  4. Orang dengan masalah kesehatan mental atau masalah perilaku, seperti penyakit Alzheimer, stres pasca trauma, penyalahgunaan obat-obatan, atau gangguan makan.
  5. Orang yang mengalami ketidakmampuan belajar atau mengalami perkembangan yang tidak normal.

Seperti Apa Layanan Terapi Okupasi?

Terapi okupasi digunakan sebagai bagian dari program pengobatan untuk orang-orang yang mengidap suatu penyakit, seperti keterlambatan perkembangan sejak lahir, masalah psikologis, atau cedera jangka panjang. Tujuan utama terapi okupasi adalah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup Anda dalam memaksimalkan kemandirian. Hal ini membantu Anda mendapatkan harapan positif dan tujuan hidup.

Terapis okupasi membantu pasien dari semua kalangan umur, dari anak hingga lansia. Pada pasien anak, perhatian lebih diberikan untuk perkembangan kemampuan konsentrasi dan bersosialisasi.

Pemberlakuan terapi okupasi akan diterapkan sesuai dengan kebutuhan orang itu sendiri. Hal ini memang bertujuan agar seseorang merasa lebih baik dalam menjalani kehidupannya sendiri. Adapun jenis layanan terapi okupasi ini biasanya mencakup ketiga hal di bawah ini :

Evaluasi yang bersifat individual

Layanan evaluasi individual merupakan pemberlakuan terapi okupasi yang mana pasien, keluarga pasien, dan dokter spesialis akan bersama-sama menentukan apa yang hendak dicapai melalui terapi okupasi.

Bantuan dokter

Layanan terapi okupasi yang kedua biasanya berupa campur tangan dari dokter (intervensi) yang disusun khusus untuk pasien dengan tujuan meningkatkan kemampuan seseorang. Peningkatan kemampuan ini diperlukan guna memperlancar kegiatan pasien di dalam kesehariannya.

Evaluasi hasil

Evaluasi hasil dilakukan untuk memastikan bahwa tujuan terapi okupasi yang dijalani telah sesuai dengan tujuan. Evaluasi ini juga dibutuhkan guna membuat rencana apa saja yang bisa dilakukan agar tujuan atau hasil terapi okupasi bisa menjadi lebih baik.

Terapi Okupasi di Rumah

Pada pasien anak-anak, terapi okupasi khusus di rumah bisa memudahkan untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot dan koordinasi gerakan. Misalkan dengan kegiatan menggunting, menyobek, meronce, pasang puzzle, menempel, menjepit kertas, meremas, mengenal halus dan kasar dan kegiatan lain sebagainya. Selain itu juga terapi okupasi mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar menggunakan telepon, mandi yang bersih, dan lain-lain.

Sedangkan untuk pasien dewasa bahkan lansia, terapi okupasi bertujuan untuk meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan yang masih ada. Berikan perhatian dengan membantu pasien untuk menerima kenyataan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan sebaik-baiknya.

Materi yang didapatkan setiap anak atau orang dewasa serta lansia berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi atau hasil rujukan dokter.

Secara spesifik ahli Terapi Okupasi membantu untuk mengembalikan fungsi yang hilang pada para penyandang keterbatasan fisik dan mental dengan mengembangkan kemampuan dan keterampilan sosial, serta membantu memposisikan penyandang cacat kembali pada kehidupan sosial mereka.

Intervensi terapi okupasi termasuk dalam membantu anak-anak penyandang cacat untuk berpartisipasi penuh dalam situasi sekolah dan sosial, membantu orang pulih dari cedera untuk mendapatkan kembali keterampilan, dan memberikan dukungan bagi orang dewasa yang lebih tua yang mengalami perubahan fisik dan kognitif.

Topik Menarik