Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Cantik Diatas Usia 50

Penyebab Kerut Kulit Wajah Dan Pencegahannya

Wanita seringkali memperhatikan dirinya terutama kulit wajahnya di cermin, memperhatikan mungkin hari ini ada pertambahan kerut di wajah dan berusaha untuk mencegahnya. Ada beberapa penyebab kerut pada kulit wajah dan kita bisa melakukan usaha pencegahannya sehingga kulit wajah menjadi terlihat muda lebih lama.

Seiring bertambahnya usia, kulit kita mengalami perubahan progresif. Sel-sel membelah lebih lambat, dan lapisan dalam dermis kulit mulai menipis. Sel lemak di bawah dermis mulai menyusut.

Seiring bertambahnya usia,  kemampuan kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri berkurang sehingga luka sembuh lebih lambat. Kulit yang menipis menjadi rentan terhadap luka dan kerusakan.

Lapisan kulit yang lebih dalam, yang menyediakan penyangga untuk lapisan kulit di permukaan mulai mengendur dan terurai. Kulit kemudian kehilangan elastisitasnya. Saat kulit ditekan maka tidak lagi  kembali ke posisinya dengan cepat. Sebaliknya, kulit yang lebih tua mengendur dan membentuk kerutan.

Kelenjar penghasil minyak mengalami pengecilan sehingga membuat kulit tanpa lapisan pelindung lemak. Kemampuan kulit untuk tetap lembab menjadi menurun dan menjadikan kulit mengering dan mulai bersisik

Garis kerutan tegak yang ada diantara alis dan kerutan seperti cakar  yang menyebar dari sudut mata muncul karena mulai munculnya bekas kontraksi otot kecil yang permanen. Kebiasaan ekspresi wajah mulai membentuk karakterisitik garis yang permanent, dulu ekspresi wajah yang sama tidak menimbulkan garis yang menetap.

Gravitasi memperburuk situasi, berkontribusi pada pembentukan rahang dan kelopak mata yang terkulai. Anehnya, alis naik seiring bertambahnya usia, mungkin ditarik oleh kerutan dahi.

Kerutan di kulit dapat berdampak besar pada harga diri. Stigma yang melekat pada penampilan tua dibuktikan dengan banyak sekali orang, wanita maupun pria,  yang  menghabiskan uang untuk prosedur kosmetik untuk menyembunyikan tanda-tanda penuaan. Masyarakat kita mengutamakan kemudaan, dan diskriminasi usia di tempat kerja, telah menghentikan karir banyak orang. Konsekuensi emosional dari penuaan menjelaskan sebagian besar mengapa industri kosmetik dan ahli bedah plastik berkembang pesat.

Fotoaging: Pengaruh Sinar Matahari Terhadap Kerut Kulit Wajah

Matahari adalah penyebab terpenting dari penuaan dini pada kulit. Proses penuaan dini yang disebabkan oleh sinar matahari ini disebut photoaging. Sinar matahari bila berlebihan menerpa kulit akan menyebabkan juga bahaya kanker kulit. Secara keseluruhan, paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari menyumbang sekitar 90% dari gejala penuaan kulit dini. Sebagian besar efek ini mulai terjadi memasuki usia 20.

Paparan sinar matahari berlebihan dan berulang-ulang dalam jangka panjang  bertanggung jawab atas sebagian besar dari penuaan kulit lebih dini. Paparan sinar matahari yang intens pada usia sangat muda merupakan penyebab penting melanoma, jenis kanker kulit yang sangat agresif.

Efek Kerusakan Awal Kulit Oleh Sinar Matahari.

Radiasi ultraviolet menembus lapisan kulit. Baik sinar UVA dan UVB penyebabkan kerusakan yang menyebabkan kerut pada kulit, menurunkan kekebalan tubuh terhadap infeksi, gangguan penuaan kulit, dan kanker. Masing-masing sinar ini tampaknya merusak sel dengan cara yang berbeda.

Sinar UVB matahari adalah penyebab utama kulit terbakar, dan terutama berefek pada lapisan kulit luar. UVB paling intens pada tengah hari saat sinar matahari paling terang. Kaca jendela menyaring UVB.

UVA menembus lebih dalam pada jaringan kulit dengan efisien. Jendela kaca TIDAK menyaring UVA. Baik sinar UVA dan UVB menyebabkan kerusakan pada tubuh, termasuk kerusakan  genetik, keriput, gangguan penuaan kulit, dan kanker kulit.

Mengapa Sinar Matahari Menjadikan Kerut di Kulit Wajah?

Sinar matahari merusak serat kolagen. Kolagen adalah protein utama yang memberi struktur pada kulit. Sinar matahari juga merusak elastin, protein di kulit yang biasanya menjaga kesehatan dan kekuatan jaringan di bawah kulit sehingga menyangga dengan baik kulit di permukaan.

Sinar matahari merusak elastin secara berlebihan dan membuat tubuh melakukan tindakan darurat untuk memperbaikinya dengan  memproduksi sejumlah besar enzim metaloproteinase.

Beberapa dari enzim ini memecah kolagen. Hasilnya adalah pembentukan (matriks) serat kolagen yang tidak teratur yang disebut bekas luka matahari. Ketika kolagen di bentuk dan dipecahkan oleh enzim metaloproteinase, maka kolagen yang terbentuk menjadi tidak beraturan dan tidak seperti seharusnya. Bila hal ini terjadi berulang kali maka pembentukan kembali kulit terjadi dengan cara yang abnormal dan ini menyebabkan keriput.

Hasil sampingan dari proses ini adalah banyaknya tercipta oksidan atau yang di kenal dengan free radikal. Jumlah oksidan yang berlebihan merusak sel-sel tubuh dan bahkan mengubah materi genetiknya. Oksidasi dapat menyebabkan kerutan bertambah banyak.

Faktor Lain Yang Menyebabkan Kulit Berkerut

Selain sinar matahari, faktor lain dapat mempercepat pembentukan keriput:

Asap rokok

Merokok menghasilkan radikal bebas, yang mempercepat  gangguan kulit  dan membuat keriput serta menua, serta meningkatkan risiko kulit non-melanoma kanker. Studi juga menunjukkan bahwa merokok dan oksidasi berikutnya menghasilkan tingkat metaloproteinase yang lebih tinggi, enzim yang terkait dengan kerutan.

Polusi udara.

Ozon, polutan udara yang umum, mungkin menjadi masalah khusus pada kulit, dan menghabiskan antioksid penting, Vitamin E.

Pencegahan Kerut Kulit Wajah

Pencegahan jangka panjang terbaik untuk kulit agar tidak terlalu banyak kerut wajah bersama berjalannya waktu  adalah gaya hidup sehat.

Makan yang sehat.

 Diet dengan banyak biji-bijian, buah-buahan dan sayuran segar, dan minyak sehat (seperti minyak zaitun) dapat melindungi  kulit dari stres oksidatif . Manfaat dari makanan ini mungkin karena tingginya tingkat antioksidan yang ditemukan di dalam biji bijian, buah dan sayur serta minyak yang sehat

Olahraga

Olahraga harian menjaga aliran darah ke kulit, yang membawa oksigen ke kulit. Oksigen merupakan bahan penting untuk kesehatan kulit.

Hindari Asap Tembakau.

Merokok tidak hanya meningkatkan keriput, tetapi risiko seorang perokok terkena kanker sel  skuamosa adalah 50% lebih tinggi daripada bukan perokok.

Bila ingin menurangi kerut di wajah maka perokok harus berhenti  merokok. Selain itu juga untuk mencegah banyak masalah kesehatan, bukan hanya kulit yang tidak sehat. Asap rokok juga berbahaya bagi yang menghirupnya walau orang tersebut tidak merokok sama sekali.

Terkait : Cara Membuat Masker Alami Unuk Kesehatan Kulit Wajah

Perawatan  Kulit Untuk Mencegah Kerut Wajah

Berikut ini adalah beberapa tindakan harian untuk perlindungan kulit:

  • Jangan terlalu sering mencuci muka dengan air keran, cukup sehari sekali. Air keran menghilangkan minyak dan kelembaban kulit. Terutama bila  air keran mengandung klorinasi, terutama pada suhu tinggi suhu akan menimbulkan risiko khusus untuk kerutan.
  • Cuci muka dengan sabun lembut yang mengandung pelembab. Hindari sabun alkalin, terutama yang mengandung pewangi.
  • Tepuk-tepuk kulit hingga kering dan segera oleskan pelembab berbahan dasar air.
  • Selalu gunakan tabir surya, meskipun pergi ke luar ruangan untuk waktu yang singkat. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengoleskan krim yang mengandung pelindung UVA dan UVB tabir surya setiap hari membantu mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari.
  • Hindari minum alkohol  3 jam sebelum tidur. Alkohol meningkatkan risiko kebocoran di kapiler, yang memungkinkan lebih banyak air masuk dan menyebabkan kendur dan   bengkak. Kebocoran kapiler meningkat saat  tubuh kita berbaring.
  • Berbaring telentang saat tidur. Ini membantu mengimbangi efek gravitasi.

Baca : Merawat Kulit Wajah Untuk Penderita Diabetes

Hindari  Paparan Sinar Matahari Berlebihan

Salah satu cara terpenting untuk mencegah kerusakan kulit adalah menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan. Berikut adalah beberapa pedoman khusus:

  • Hindari paparan sinar matahari, terutama dari jam 10 pagi - 4 sore. Pada Waktu tersebut, saat sinar matahari memancarkanv 80% dari dosis UV hariannya.
  • Hindari permukaan reflektif, seperti air, pasir, beton, dan area bercat putih. Awan dan kabut asap tidak melindungi dari sinar matahari bahkan  dalam beberapa kasus, dapat meningkat paparan sinar matahari ke kulit.
  • Gunakan tabir surya yang menghalangi radiasi UVA dan UVB. Namun, jangan hanya mengandalkan tabir surya untuk perlindungan matahari tetapi juga kenakan pakaian pelindung dan kacamata hitam.

Elastisitas kulit akan berubah sejalan dengan waktu. Terapi dengan perawatan dan pencegahan yang tepat, kecantikan kulit yang telihat muda akan dapat bertahan lebih lama.

Topik Menarik