Terapi okupasi merupakan bagian integral dari program perawatan pasien cerebral palsy secara keseluruhan. Tujuan dari terapi okupasi adalah untuk meningkatkan kemampuan anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari serta memungkinkan membangun pola hidup mandiri.
Selama terapi okupasi, terapis okupasi yang terlatih akan melatih pasien dalam beradaptasi dan mencapai tingkat fungsi tubuh yang maksimal. Ahli terapi okupasi memperhitungkan kemampuan fisik fungsi dan keterbatasan, tingkat fungsi kognitif (yaitu penalaran dan keterampilan pengolahan), kebutuhan dan keinginan emosional, kemampuan dan kemauan untuk beradaptasi dan kompensasi. Lingkungan rumah dan sistem pendukung juga sangat berperan penting dalam pemulihan pasien.
Tujuan terapi okupasi untuk memastikan anak mencapai tingkat tertinggi kinerja fungsional dalam lingkungan rumah, sekolah, masyarakat dan pekerjaan mereka. Terapi okupasi memberikan kenyamanan selama latihan yang diberikan pada anak.
Terapi Okupasi di Berbagai Lingkungan
Seorang ahli terapi okupasi akan fokus pada tugas sehari-hari yang dapat menguji anak secara fisik dan emosional. Tugas ini meliputi ruang lingkup:
Lingkungan rumah
Belajar menyuap makanan, perawatan pribadi, menggosok gigi, mandi, menulis, menggenggam benda, bermain, menggunakan komputer, menggunakan telepon, berinteraksi dengan keluarga, dan menggunakan peralatan tulis.
Lingkungan sekolah
Membuka pintu, duduk di kursi atau meja, tulisan tangan, menggunakan kamar mandi sekolah, membuka loker, memegang dan membaca buku, berinteraksi dengan guru, mengambil bagian dalam kegiatan sekolah seperti mengikuti ekstrakurikuler, dan menyelesaikan tugas .
Lingkungan masyarakat
Menjelajahi ruang publik, menggunakan transportasi umum, berbelanja, dan berinteraksi dengan masyarakat.
Manfaat Terapi Okupasi dalam Pemulihan Cerebral Palsy
Dengan terapi okupasi pada pasien celebral palsy mengajarkan anak bagaimana mengembangkan dan mempertahankan rutinitas sehari-hari untuk kemandirian dan kualitas hidup. Sebagai anak yang sedang tumbuh, mereka ingin menangani tugas sehari-hari dengan cara terbaik dari kemampuan mereka tanpa bantuan atau campur tangan orang lain. Mereka ingin diterima oleh rekan-rekan mereka dan berpartisipasi secara sosial dengan orang lain. Mereka akan lebih memilih untuk tidak bergantung pada orang lain untuk kebutuhan dasar mereka.
Selain itu, terapi okupasi memungkinkan seorang anak untuk merespon aktivitas keseharian, merawat diri sendiri, menyediakan kebutuhan fisik mereka sendiri, mengejar pendidikan, dan aktif dalam bersosialisasi di lingkungan sekitarnya.
PerawatNers.com merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional.
Terapi Okupasi Untuk Anak Dengan Autis
Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Autis merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan demikian, banyaknya penyebab autis maka terapi okupasi bisa diberikan untuk membantu memulihkannya. Dalam penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan terapi okupasi yang sesuai dengan kebutuhan penderita. Terapi okupasi yang ideal harus sesuai dengan kondisi imunopatobiologis (sistem imun yang bermasalah pada tubuh) yang sering berbeda pada penderita autis.
Kesedihan dan kepanikan ketika anak divonis menderita autis, seringkali membuat orang tua mencoba berbagai cara, obat, dan suplemen yang menawarkan bisa menyembuhkan autisme. Sebaiknya untuk perawatan pada anak, lakukan penyembuhan secara tepat dengan terapi okupasi.
Manfaat Terapi Okupasi Untuk Anak Autis
Terapi okupasi umumnya menekan pada kemampuan motorik halus, selain itu terapi okupasi juga bertujuan untuk membantu penderita autisme agar dapat melakukan kegiatan keseharian dengan normal, aktifitas produktif dan pemanfaatan waktu luang.
Terapi okupasi terpusat pada pendekatan sensori atau motorik dan kombinasi untuk memperbaiki kemampuan anak merasakan sentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan. Terapi juga meliputi permainan dan keterampilan sosial, melatih kekuatan tangan, genggaman, kognitif dan mengikuti arah.
Terapi okupasi memiliki beberapa jenis, yaitu terapi okupasi aktivitas keseharian. Terapi ini dilakukan agar anak dapat memenuhi kebutuhan fisik dari dirinya sendiri. Terapi okupasi mengajarkan cara makan, merawat barang-barang pribadi, buang air, mandi serta menjaga kesehatan diri sendiri. Terapi okupasi aktivitas mengajarkan anak dalam kelangsungan hidupnya seperti memasak, berpakaian, berbelanja dan ikut menjaga lingkungan hidup.
Selain itu, ada terapi okupasi latihan kerja. Tujuan dari terapi latihan kerja ini adalah membantu anak autisme untuk terlibat dalam pekerjaan di tengah masyarakat sehingga dapat berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Dan yang terakhir ada terapi waktu luang. Terapi ini membiasakan anak untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bisa mengasah minat dan bakat yang dimiliki.
Panggil Terapi Okupasi ke Rumah
Terapi okupasi bisa dilakukan di beberapa tempat, seperti rumah sakit, pusat rehabilitasi dan rumah pasien (home visit). Di Indonesia, tidak semua rumah sakit menyediakan terapi okupasi karena jumlah tenaga ahli yang mampu memberikan pelayanan ini masih terbatas. Itu sebabnya, sebelum memutuskan untuk melakukan terapi ini, konsultasi dulu ke dokter agar mendapatkan rujukan tempat melakukan terapi okupasi yang tepat dari dokter.