Kami Mencari Perawat Freelance

Hanya untuk yang amanah dalam bekerja

Daftar Sekarang

Tips Menghindari Risiko Lansia Terjatuh Saat Silaturahmi

Tips Menghindari Risiko Lansia Terjatuh Saat Silaturahmi

Mengapa orang yang sudah lanjut usia cenderung lebih senang ketika bertemu dengan orang-orang? Hal ini dikarenakan keseharian mereka yang lebih banyak berada di dalam rumah. Lansia sudah tidak mampu untuk melakukan banyak aktivitas karena energi yang mereka miliki sudah tidak seperti orang yang lebih muda. Maka dari itu, mereka sangat menyukai momen seperti lebaran dimana mereka memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang untuk bersilaturahmi dan bersosialisasi.

Ketika mengunjungi rumah saudara atau tetangga yang mungkin hanya berjarak 50 meter dari rumah orang tua kita, risiko terjatuh bagi lansia akan tetap ada. Mengapa terjatuh sangat berisiko untuk lansia?

Terjatuh bisa menjadi salah satu penyebab fatal untuk orang yang sudah berusia di atas 65 tahun. Jatuh bisa menyebabkan patah tulang pinggul, patah tulang, dan cedera kepala. Walaupun tidak menyebabkan cedera mayor, terjatuh bisa membuat lansia menjadi lebih takut, depresi, dan membuat mereka sulit untuk menjadi lebih aktif. Jikackita memiliki orang tua yang sudah lanjut usia, sebaiknya kita membantu mereka mengurangi risiko jatuh untuk menjaga mereka agar tetap sehat, aktif dan mandiri selama mungkin.

Cara untuk mencegah lansia terjatuh saat bersilaturahmi lebaran ;

1. Gunakan sepatu yang pas

Mengganti alas kaki yang tepat merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mengurangi risiko terjatuh. Usahakan untuk menggunakan sepatu dengan sol anti selip. Ukuran sepatu yang tepat bisa membantu mengurangi nyeri sendi.

2. Diskusikan tentang kondisi kesehatannya saat ini

Cari tahu apakah orang tua kita mengalami kesulitan dalam menangani kondisi kesehatan mereka saat ini. Apakah mereka memiliki kesulitan untuk mengingat kapan mereka harus minum obat? Atau adakah efek samping yang disebabkan obat tersebut? Jika ada obat yang sekiranya menyebabkan rasa pusing atau lemas, sebaiknya mereka tidak keluar rumah. kita bisa minta bantuan perawat yang biasa merawat mereka di rumah untuk hal ini.

3. Tanyakan kapan terakhir mereka memeriksa kesehatan mata

Jika orang tua kita mengunakan kacamata, pastikan mereka memiliki resep yang terbaru dan menggunakan kacamata yang sesuai dengan yang disarankan dokter. Ingatlah bahwa menggunakan kacamata yang memiliki lensa yang berubah warna bisa berbahaya ketika mereka berada di luar rumah ketika mereka terkena banyak sinar matahari lalu masuk ke dalam ruangan. Usahakan untuk menuunggu hingga lensanya disesuaikan dengan keadaan sekitar sehingga tidak menggangu penglihatan.

4. Perhatikan ketika mereka berjalan

Apakah mereka selalu berpegangan ke dinding, furnitur, atau orang lain ketika berjalan? Atau mereka terlihat memiliki kesulitan saat berjalan atau bangun dari duduk? Ini semua adalah tanda-tanda mereka butuh fisioterapi. Fisioterapis yang sudah berpengalaman bisa membantu orang tua kita mengembalikan keseimbangan dan kekuatan fisik mereka melalui latihan dan terapi fisik. kita bisa langsung temukan fisioterapis yang kita butuhkan. Fisioterapis tersebut juga akan memberikan panduan untuk mengunakan alat-alat bantu seperti walker, kruk, dll. Pastikan kita mengikuti saran dari fisioterapis. Salah penggunaan alat bantu justru bisa menambah risiko jatuh.

Silaturahmi saat lebaran bisa jadi alternatif bagi lansia untuk bergerak aktif. Silaturahmi saat lebaran bisa memberikan kesehatan lahir dan batin bagi orang tua Anda.

Subscribe