Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Care Giver

Mengenal Ragam Terapi yang Dapat dilakukan di Rumah

Apakah orang tua Anda mengalami penyakit berat seperti stroke, diabetes atau radang sendi? Penyakit seperti ini biasanya membutuhkan perawatan intens agar sang pasien bisa sembuh kembali. Mahalnya biaya rumah sakit biasanya menjadi kendala pasien untuk berobat dan berjuang untuk bisa kembali sembuh. Tetapi sebenarnya Anda bisa membantu orang tua Anda untuk berjuang melawan penyakit yang mereka alami, salah satunya adalah dengan cara memberi dukungan perawatan home care.

Home care adalah perawatan di rumah bagi mereka dengan kebutuhan khusus yang membutuhkan perawatan berkelanjutan. Home care memiliki banyak manfaat, diantaranya memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, komprehensif dan professional, serta bisa memenuhi kebutuhan pasien secara pribadi sehingga bisa meningkatkan rasa nyaman dan kepuasan dari pasien. Ketika pasien merasa kebutuhannya terpenuhi maka kepercayaan diri sang pasien akan meningkat dan semangatnya untuk kembali sembuh pun akan meningkat. Dengan menggunakan jasa home care, secara tidak langsung Anda juga telah memangkas biaya ruangan rawat inap di rumah sakit. Perawatan homecare ini tidak hanya  menyediakan perawat tetapi berbagai jenis pelayanan holistik lain seperti fisioterapi, terapi okupasi dan terapi 

Dalam proses  pemulihan kondisi penyakit tertentu, kadang pasien membutuhkan rehabilitasi untuk memperbaiki kondisinya. PerawatNers.com hadir sebagai solusi Anda mendapatkan terapis online.

Sering  dijumpai lansia yang mengalami penyakit tertentu, seperti  stroke, diabetes, jantung, gangguan lain,  dan sebagainya.

Setelah serangan stroke, sering kali  pasien membutuhkan untuk memperbaiki bicaranya yang sulit, atau kemampuan berjalan kembali karena mengalami kelumpuhan. Di sini Anda memang bisa melakukan rehabilitasi di rumah sakit. Namun, kadang dengan kesibukan Anda, mungkin Anda sulit membawa ke rumah sakit.

Mengenal Fisioterapi

Namun, kini Anda bisa menemukan terapis dengan mudah di PerawatNers.com. PerawatNers.com merupakan layanan online untuk membantu  menemukan terapis yang dibutuhkan mulai dari terapis fisioterapi, okupasi, dan terapi wicara.

Fisioterapi merupakan proses merehabilitasi seseorang agar terhindar  dari disabilitasi fisik lewat beragam penilaian, diagnosis, perlakukan dan aktivitas pencegahan. Tujuan  melakukan fisioterapi adalah mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera.

Ada beberapa kondisi tertentu seseorang membutuhkan fisioterapi  seperti : Neurologi, bila terjadi dengan kondisi terkait neurologi atau sistem saraf seperti stroke, multiple sclerosis, dan penyakit Parkinson. Gangguan saraf dapat memicu berbagai sistem dan fungsi tubuh, seperti susah bicara, bergerak, berjalan, dan  gerakan tangan yang menurun.

Kondisi lainnya yang dapat ditangani fisioterapi adalah  Neuromusculoskeleta, terkait dengan gangguan otot pada kerangka tubuh.  Misalnya saja nyeri tulang belakang,  nyeri otot,  cedera karena olahraga berlari, naik sepeda, dan arthritis.

Di samping fisioterapi  membantu memulihkan kondisi pasien setelah penyakit serangan jantung kronis (kardiovaskuler) dan rehabilitasi pasca serangan jantung. Ada juga  fisioterapi untuk kasus karena adanya  gangguan sistem pernapasan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis, dan lainnya.

Beberapa Metode Fisioterapi  untuk Pasien

Ada empat cara yang dilakukan untuk fisioterapi kepada pasien yang ditanganinya.  Pertama adalah Program Latihan misalnya dengan terapi  memperbaiki  postur tubuh, memperkuat otot, latihan kardiovaskular, dan peregangan.

Kedua adalah Teknik Elektroterapi, sesuai namanya terapi ini menggunakan alat dengan daya listrik. Beberapa terapi jenis ini antara lain ultrasound, terapi laser, terapi diatermi, dan terapi saraf stimulasi dengan elektrik (TEN).

Ketiga adalah Fisioterapi Manual  termasuk  massage, strectching, dan pelatihan resistensi tubuh,  pergerakan tubuh (mobilisasi), dan manipulasi sendi.

Keempat adalah Metode Lain. Di sini fisioterapi dapat membantu pasien dengan mengoreksi teknik berolahraga yang salah dan membantu cara menggunakan alat bantu dengan tepat. Cara lain yang biasanya dilakukan adalah hidroterapi, teknik bernapas, dan pengobatan akupuntur.

Terapi Okupasi

Selain fisioterapi mungkin Anda pernah mendengar istilah terapi okupasi. Terapi okupasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan rawat diri penderita dan mengupayakan penderita mampu melakukan aktivitas harian secara mandiri. Misalnya pada pasien stroke yang mengalami kesulitan menggenggam atau kesulitan berjalan, maka perlu dilakukan terapi okupasi untuk tangannya aktif kembali.

Tenaga medis yang menyediakan program terapi okupasi disebut terapis okupasi. Terapi okupasi digunakan untuk membantu: pada pasien dengan gangguan mental bawaan dan cacat fisik, stroke, serangan jantung, kerusakan otak, amputasi, penyakit kronik seperti sklerosis multiple, ALS, penyakit Parkinson, penyakit paru obstruktif kronik, di sini juga termasuk membantu untuk gangguan kesehatan mental seperti Alzheimer atau stres pasca trauma.

Pasien Lebih Mandiri

Terapi okupasi memiliki tujuan membantu pasien untuk lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya untuk perawatan pribadi yang diharapkan pasien dapat mandi, makan, dan berpakaian.

Atau bisa juga ditujukan untuk pasien dapat melakukan pekerjaan rumah. Untuk beraktivitas sebisa mungkin , pasien juga dilatih untuk menjalani aktivitas sehari-hari di dalam rumah seperti membersihkan rumah, memasak, dan berkebun.

Latihan fisik juga menjadi bagian program okupasi. Pasien yang menderita penyakit kronik atau dalam tahap pemulihan cedera perlu tetap aktif. Para pasien akan dilatih untuk mempertahankan gerakan sendi, kekuatan otot, fleksibilitas, dan postur dengan cara yang aman dan tidak menghabiskan seluruh energinya.

Di samping itu, terapi okupasi juga ditujukan untuk membantu pasien memakai alat bantu misalnya walker, gips, penyangga, kursi roda, dan lainnya. Di sini peran terapis okupasi penting untuk menemukan beragam perlengkapan untuk memudahkan pasien melakukan aktivitas. Misalnya penggunaan sikat gigi elektrik, kebyboard khusus, kursi roda listrik, keyboard khusus, atau mobil khusus untuk pasien lumpuh, dan sebagainya.

Hadirnya kemajuan teknologi banyak membantu para pasien untuk memiliki peralatan yang memudahkan mereka melakukan aktivitas.

Di sini peranan keluarga juga ikut menentukan keberhasilan terapi untuk pasien. Rumah perlu memiliki kemudahan bagi pasien di rumah. Misalnya memiliki kamar mandi yang ramah untuk anggota keluarga yang terserang stroke. Keamanan untuk bergerak di dalam dan sekitar rumah, sehingga kemungkinan terjatuh tidak terjadi.

Apa Bedanya Fisioterapi dan Terapi Okupasi?

Terapi okupasi dan fisioterapi memang ditujukan untuk orang yang memiliki keterbatasan fisik, baik itu karena disabilitas maupun kecelakaan. Banyak orang bingung dengan kedua jenis terapi ini karena aktivitas dan maksud di belakangnya terlihat hampir sama.

Perbedaan yang menjadi garis bawah adalah tujuan utamanya. Fisioterapi fokus pada fungsi gerak tubuh dan mobillitas. Sedangkan terapi okupasi fokus pada kemandirian subjek. Occupational therapy bertujuan membantu subjek dapat hidup semandiri mungkin dalam melakukan aktivitas harian.

Fisioterapi dapat membantu pemulihan cedera seseorang setelah kecelakaan. Terapi ini dapat terdiri dari latihan, pemijatan, dan teknik lain yang membantu pemulihan fungsi mobilitas orang tersebut. Fisioterapi juga dapat membantu sang pasien menghindari ketergantungan pada pengobatan dalam jangka panjang.

Terapi okupasi sendiri membantu seseorang yang memiliki keterbatasan untuk bisa hidup mandiri sejauh yang dia mampu. Aspek dasarnya memang (sama seperti fisioterapi) dapat mengembangkan fungsi motorik seperti berjalan, berdiri, duduk dan bangun dari tempat tidur. Namun fungsi dasar motorik ini dikhususkan pada aktivias harian seperti yang sudah disebutkan di atas.

Terapi okupasi tidak terbatas pada agar fungsi motorik dapat meningkat. Namun juga sangat mempertimbangkan aspek praktis. Segala hal seperti berlatih di lingkungan tinggal, membuat alat bantu untuk aktivitas harian, serta latihan menggunakan alat bantu tersebut adalah aspek penting pada occupational therapy.

Terapi Wicara

Selain kedua hal tersebut, ada satu terapi penting yang banyak dibutuhkan, yaitu terapi wicara. Terapi wicara adalah bagian  ilmu kedokteran yang menangani evaluasi, diagnosis, dan pengobatan gangguan penyebab ketidakmampuan bicara dan menelan. Terapi ini juga dikenal sebagai patologi wicara-bahasa.

Umumnya terapi bicara dibutuhkan untuk anak yang memiliki gangguan bicara pada usia pertumbuhannya. Namun begitu pada kondisi-kondisi tertentu terapi wicara juga dibutuhkan untuk orang dewasa. Misalnya pada orang dewasa atau lansia yang mengalami serangan stroke.

Pasien dengan masalah kebahasaan, komunikasi, dan menelan karena gangguan kesehatan, membutuhkan terapi wicara. Gangguan ini mencakup keterlambatan bicara, perubahan suara, tidak mampu memahami pembicaraan, atau berbicara dengan baik.

Gangguan bicara yang umum ditemui adalah: gagap, gangguan artikulasi atau bicara tidak jelas, disartria atau gangguan artikulasi karena kerusakan saraf pusat, gangguan otot orofasial, kesulitan belajar, dalam membaca, mengeja, atau menulis,  dan lainnya.

Terapi wicara sangat penting untuk gangguan yang menyebabkan disfagia atau kesulitan menelan, seperti: penyakit parkinson, multiple sclerosis, distrofi otot, lumpuh otak, autisme, gangguan pendengaran, penyakit asam lambung, esofagitis, kanker, stroke, sindrom pasca-polio, scleroderma, dan lainnya.

Gangguan bicara sendiri dapat menyebabkan komplikasi. Bila tidak diobati, gangguan ini memicu kegelisahan, gugup, malu, dan rendah diri. Bahkan pasien bisa saja mengidap fobia untuk berbicara di depan umum dan berisiko mengalami depresi.

Dengan PerawatNers.com maka Anda dengan mudah menemukan fisioterapis, terapis okupasi dan terapis wicara berpengalaman dan profesional.

Topik Menarik