Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Ibu dan Anak

Peringatan Pekan ASI Sedunia, Dukung Ibu untuk Keberhasilan Menyusui

Air susu ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya untuk menunjang pertumbuhan yang optimal hingga 6 bulan pertama kehidupan. ASI juga memberikan sebagian besar kebutuhan gizi anak yang berusia lebih dari 6 bulan hingga 2 tahun. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif disarankan pada enam bulan pertama, kemudian diberikan secara berkelanjutan dengan makanan pendamping yang sesuai hingga anak berusia dua tahun atau lebih.

Pemberian ASI merupakan kunci penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs)), dengan menyatakan bahwa ASI meningkatkan gizi, mencegah mortalitas anak dan menurunkan risiko penyakit tidak menular, dan mendukung perkembangan kognitif serta pendidikan. Tidak hanya itu, pemberian ASI memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, baik kesehatan ibu dan juga kesehatan bayi.

3 dari 4 ibu yang ingin menyusui sering mendapat kesulitan dalam menyusui. Banyak keuntungan diperoleh oleh bayi dan ibu dalam proses menyusui. Komposisi ASI yang sangat mudah dicerna oleh pencernaan bayi baru lahir mengandung bahan-bahan yang tidak saja mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang belum sempurna, tetapi juga mengandung biofaktor yang menyempurnakan fungsi pencernaan dan kekebalan bayi.

Angka ASI eksklusif di Indonesia masih berkisar 37,3% (Tahun 2018) dengan angka kematian bayi yang masih cukup tinggi sekitar 24 per 1000 kelahiran. Indonesia termasuk 10 negara penyumbang kematian bayi terbesar di dunia. Menyusui dapat menurunkan angka kematian yang cukup besar hingga 22% dengan cara melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) yang menaikkan kemungkinan bayi untuk berhasil menyusui kelak. Menyusui juga bila dilakukan dengan baik dapat menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di Indonesia bila masyarakat diajarkan dengan benar bagaimana memonitor pertumbuhan berat badan bayi sejak dilahirkan dengan memakai grafik berat badan bayi yang sudah ada dalam buku kesehatan bayi.

Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menyusui dan mempersiapkan kehamilan dengan baik adalah usaha yang sanget efektif dalam membuat kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak dengan baik dimasa mendatang. Kompetensi mengenai konseling laktasi hendaknya dimiliki oleh tenaga kesehatan yang lain dalam mendukung ASI, seperti bidan, perawat, dan dokter kandungan juga penting dalam mendukung calon ibu untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dan juga keberhasilan proses menyusui nantinya.

Mendukung Ibu untuk Menyusui

Rumah sakit mendukung ibu untuk menyusui dengan cara sebagai berikut :

  • Memeriksa posisi, pelekatan dan hisapan bayi
  • Memberikan bantuan praktik untuk menyusui
  • Membantu ibu untuk mengatasi permasalahan umum menyusui

Posisi Menyusui yang Tepat

  • Ibu dalam kondisi nyaman (posisi duduk/rebahan/berbaring)
  • Bayi dipeluk dekat dengan tubuh ibu, lengan ibu menyangga bahu dan tubuh bayi
  • Bayi menghadap dada/perut ibu, telinga-bahu dalam 1 garis lurus

Pendekatan yang Tepat

  • Sebagian besar areola masuk ke mulut bayi
  • Mulut bayi terbuka lebar, bibir bawah terputar keluar, dagu menyentuh payudara
  • Pipi menggembung, isapan lambat dan dalam, tampak gerakan menelan

Dukungan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan sangat besar dalam membantu ayah dan ibu agar sukses menyusui bayinya. Konseling laktasi antenal merupakan langkah awal disaat kondisi ayah dan ibu masih prima untuk menerima informasi. Kerja sama dengan dokter kandungan sangat dibutuhkan untuk mempromosikan ASI dan menganjurkan ikut kelas konseling ini. Kompetensi di bidang laktasi sebaiknya dimiliki oleh tenaga kesehatan terutama dokter dan perawat di maternitas.

Ingin hidup Anda lebih sehat dan bahagia? Dapatkan update terbaru dari PerawatNers seputar tips dan info kesehatan di sini.

Topik Menarik