Untuk Hari Depan Yang Lebih Baik

Hidup Produktif

Tips Mencegah Rasa Kantuk Setelah Makan Siang

Sering merasakan kantuk setelah makan siang? Kantuk setelah makan adalah “penyakit” hampir semua orang. Hal ini mungkin mengganggu Anda saat harus bekerja. Padahal, setelahnya masih banyak aktivitas dan tugas yang harus dilakukan, sehingga tubuh harus tetap fokus dan terjaga. Kantuk adalah hasil respon tubuh terhadap perubahan biokimia yang terjadi setelah makan.

Tidak dimungkiri, jenis makanan tertentu memang dapat memicu datangnya kantuk usai makan. Beberapa di antaranya adalah makanan tinggi karbohidrat, lemak, dan kaya gula.

Penyebab Kantuk Setelah Makan

Kantuk setelah makan merupakan hal yang normal terjadi pada semua orang. Ini merupakan respon tubuh pada perubahan biokimia yang terjadi dalam tubuh setelah makan. Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab mengapa Anda merasa kantuk setelah makan.

Beberapa di antaranya adalah karena produksi hormon serotonin dan melatonin yang dapat menyebabkan kantuk. Produksi hormon serotonin bisa meningkat saat Anda mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan karbohidrat. Sedangkan, melatonin bisa didapatkan dari beberapa makanan seperti ceri, pisang, dan oat. Saat mencerna makanan, tubuh juga dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dan melatonin.

Selain itu, kondisi kesehatan Anda juga bisa menjadi penyebab kantuk setelah makan, seperti karena diabetes, anemia, penyakit celiac, dan intoleransi makanan.

Cara Mencegah Kantuk Setelah Makan

Meski wajar terjadi, tetapi produktifitas Anda jadi terganggu karena rasa kantuk menyerang. Berikut tips untuk mencegah kantuk dan rasa lemas setelah makan :

Sempatkan sarapan

Agar nafsu makan tetap stabil dan tak terlalu lapar di siang hari, sebaiknya makan pagi rutin dilakukan. Tapi, perhatikan juga menu sarapan Anda, karena Anda tetap bisa merasakan kantuk jika memilih makanan yang terlalu berat.

Inti dari sarapan adalah makan seperlunya. Meski dalam porsi kecil, tetapi punya nutrisi seimbang yang bisa memenuhi kebutuhan energimu.

Beranjaklah dari meja dan mulai bergerak

Setelah makan, jangan langsung kembali ke meja kerja. Sempatkan waktu paling tidak 15 menit untuk aktif bergerak, misal dengan berjalan dan berkeliling kantor. Aktivitas sederhana ini bisa meningkatkan aliran darah, sehingga distribusi nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh bisa lebih lancar.

Perhatikan menu makanan

Batasi konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi atau karbohidrat sederhana. Contohnya nasi putih, permen, soft drink, hingga makanan dari tepung terigu seperti roti. Hal ini dilakukan untuk menghindari sugar crash alias kenaikan gula darah, karena makanan dengan karbo sederhana mudah dicerna dan diserap tubuh.

Sebaiknya pilih menu dengan karbohidrat kompleks misalnya oats dan brown rice. Imbangi juga nutrisinya dengan makanan berserat tinggi, protein, serta kaya vitamin dan mineral. Lemak tetap diperlukan tubuh untuk mencerna vitamin yang tak larut dalam air.

Berhenti makan sebelum kenyang

Saat perut keroncongan di siang hari, Anda cenderung kalap dan akhirnya makan berlebihan. Hal ini bisa memicu rasa lelah dan kantuk setelahnya. Sebab, tubuh butuh energi lebih besar saat mencerna makanan yang masuk dalam jumlah banyak sekaligus.

Sebaiknya hentikan aktivitas makan sebelum kenyang dan perbanyak minum air putih untuk menekan keinginan makan berlebih.

Hindari makanan yang mengandung lemak

Saat menyantap makan siang, usahakan untuk tidak memilih menu yang mengandung pemanis buatan dan lemak tinggi. Gula memang bisa meningkatkan energi seketika, namun hal tersebut hanya berlangsung sementara saja. Setelah efeknya hilang, gula justru akan membuat Anda merasa letih dan lemas.

Minum air putih yang cukup

Salah satu manfaat terbesar dari minum air putih adalah membantu meningkatkan konsentrasi. Tubuh harus dalam keadaan terhidrasi agar terhindar dari rasa lelah.

Konsumsi air putih 30 menit sebelum makan akan efektif mengontrol rasa lapar. Dan minum air putih kembali 30 menit setelah makan bisa membantu proses pencernaan jadi lebih maksimal.

Konsumsi teh hijau

Selain air putih, teh hijau juga baik untuk sistem pencernaan. Hal ini dibuktikan lewat sebuah penelitian pada 2005 yang dilakukan Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Hasilnya menyatakan kandungan catechins dalam teh hijau bisa mengaktifkan enzim pencernaan yang berfungsi memecah protein. Selain itu, teh hijau juga membantu peluruhan lemak dalam tubuh sekaligus menekan rasa lapar.

Ingin hidup Anda lebih sehat dan bahagia? Dapatkan update terbaru dari PerawatNers seputar tips dan info kesehatan di sini.

Topik Menarik