Kami Mencari Perawat Freelance

Hanya untuk yang amanah dalam bekerja

Daftar Sekarang

Brain Food untuk Otak Sehat

Brain Food untuk Otak Sehat

Otak dapat menjadi sehat dan cerdas bila Anda mengonsumsi nutrisi penting dalam konsumsi harian Anda. Ingin tahu apa saja? Berikut ini 10 brain food untuk otak sehat.

Dari suatu penelitian  belum lama ini,  Khan Academy menyatakan cara kerja otak Anda sebetulnya mirip otot tubuh. Otak Anda  dapat menjadi lebih kuat atau menjadi lebih ‘cerdas’ dengan mengonsumsi makanan sehat yang akan  dapat membantu menunda terjadinya kehilangan memori.  Bagi lansia yang mengalami demensia atau Alzheimer, makanan sehat dapat  membantu melambatnya kerusakan otak.

Ketika tubuh Anda mengalami perubahan yang sulit misalnya saat sakit, maka diet sehat selalu direkomendasikan untuk membantu daya tahan tubuh Anda. Namun begitu, ada baiknya bila Anda mulai memperhatikan asupan makanan untuk mencegah kerusakan otak Anda.

Inilah makanan yang seharusnya Anda beli saat berbelanja, karena dapat membantu perkembangan otak Anda:

Gandum Utuh

Gandum ututh menjadi salah satu jenis makanan yang saat ini menjadi tren untuk masuk dalam daftar makanan sehat. Bila Anda mencari cara untuk lebih berkonsentrasi, memberikan otak Anda nutrisi yang sesuai maka gandum utuh ini bisa membantu Anda fokus.

Gandum utuh mengandung indeks glikemik rendah (low glycemic index) yang memberikan glukosa  perlahan untuk masuk ke dalam pembuluh darah, dengan demikian Anda dapat lebih terjaga sepanjang hari. Selain itu, gandum utuh juga memiliki kandungan  vitamin B  yang dapat meningkatkan kesehatan sistem saraf.

Anda bisa mencari alternatif nya seperti sereal, roti gandum, pasta gandum, dan pastikan Anda mendapatkan apa yang butuhkan.

Daging Sapi

Daging sapi juga memiliki kandungan yang kaya akan zat besi. Zet besi sebagai salah satu esensial dapat membantu orang kemampuan berpikir dan konsentrasi. Namun begitu, perhatikan bila konsumsi daging sapi jangan yang mengandung lemak.

Susu dan Yogurt

Jangan lupa makanan yang mengandung unsur produk susu, mengingat  kedua unsur ini  banyak memiliki kandungan vitamin B dan protein tinggi. Produk dari sisi ini  dapat mendukung pertumbuhan jaringan otak, enzim, dan neurotransmitter. Selain itu juga dapat menjadi sumber energi untuk otak. Masukkan susu dan yogurt dalam camilan sehat sehari-hari Anda.

Berry
Dari U.S News & World Report, menyatakan  buah berry dapat membantu kesehatan lansia dengan menambah daya ingat yang baik. Sumber tersebut menyimpulkan  penelitian yang dilakukan Nurses’s Health Study pada 16.000 orang  berusia 70 tahun  dan usia yang  lebih tua lagi.

Peneliti menemukan orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak buah beri mengalami penurunan mental yang lebih lambat dibanding yang tidak. Dr Michael Greger, seorang dokter dan pendiri NuriticitonFact.org, menjelaskan kepada U.S News & World Report menjelaskan manfaat kekuatan berry yang  sangat baik.

Ragam jenis berry seperti stoberi, raspberry, blueberry, blackberry memiliki kandungan antioksidan tinggi terutama vitamin C.  Buah-buah berry ini bermanfaat untuk mencegak kanker, selain itu juga dapat memperbaiki daya ingat. Tak banyak yang mengetahui kalau biji yang terdapat dalam buah berry ini juga mengandung asam lemak omega-3. Biji dari buah berry diketahui juga mengandung asam lemak omega-3.

“Wanita yang mengonsumsi lebih banyak berry terlihat mengalami pelambatan kemampuan otak 2.5 tahun. Bisa dikatakan, otak Anda akan lebih muda 2,5 tahun bila Anda banyak mengonsumsi beri,” ungkap Greger.

Minyak Ikan

Ini merupakan pilihan lain yang Anda butuhkan. Asam Omega-3 asam lemak juga merupakan unsur yang baik yang tidak diproduksi tubuh manusia. Ini hanya diperoleh dengan diet, seperti Anda memastikan. Ikan seperti trout, salmon, makarel, herring merupakan sumber yang baik untuk minyak ikan yang banyak mengandung asam lemak.

Biji Labu Kuning

Biji-bijian ini memang berukuran kecil tapi memiliki manfaat besar.  Sebuah sumber mengatakan bahwa segenggam biji labu ini akan memberikan jumlah asupan zinc harian yang dibutuhkan otak Anda untuk memelihara ingatan dan kemampuan berpikir Anda.

Telur

Telur termasuk brain food yang  baik dan terjangkau harganya. Telur menjadi sumber penting protein,  dengan bagian kuning telur memiliki kolin yang dapat membantu meningkatkan daya ingat atau memori.

Ragam Sayuran Berwarna

Sayur-sayuran juga merupakan salah satu sumber sehat untuk brain food. Misalnya saja kubis (terutama yang ungu), wortel, bayam, ubi jalar, labu, tomat, dan sayur-sayuran berwarna ternyata memiliki kaya nutrisi dan  dapat berperan sebagai antioksidan. Unsur nutrisi yang kaya pada sayur-sayuran berwarna  ini dapat mendukung sel-sel otak menjadi lebih kuat dan sehat.

Tomat merupakan buah-buahan yang memiliki banyak manfaat untuk penyakit seperti Alzheimer, yang dapat melindungi dari kerusakan sel akibat radikal bebas, demikian BBC. Keajaiban antioksidan ini dikenal sebagai lycopene dan Anda dapat menikmati tomat dengan berbagai cara. Anda bisa membuat jus, campuran sayur, sup, salad, atau memakannya dalam keadaan segar.

Kacang-Kacangan

Salah satu makanan yang masih sering diabaikan adalah kacang tanah.  Padahal kacang-kacangan ini memiliki karbohidrat kompleks dan protein. Kacang juga mengandung serat, mineral, vitamin E, dan antioksidan.

Kacang mampu menghasilkan energi lebih lama dan membantu kemampuan berpikir, dan juga dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bekerja bersama dengan tiamin, vitamin E  akan membantu sel saraf dan otak untuk pemakaian gluloksa sebagai kebutuhan energi.

Vitamin B

Tahukan Anda vitamin B termasuk B6, B12, dan asam folat (B9), berperan  menurunkan kadar homosistein dalam darah?  Hormon homosistein berhubungan dengan meningkatnya risiko serangan stroke, menurunkan fungsi kognitif, dan Alzheimer.

Suatu studi melihat adanya perbaikan daya ingatan pada sekelompok orang yang mengonsumsi vitamin B6, B12, dan asam folat berdosis tinggi selama 2 tahun. Kerusakan sel otak mereka juga lebih rendah dibandingkan yang hanya minum sebagai placebo.

Penyakit yang berkaitan dengan otak kian banyak dialami masyarakat modern. Di antaranya demensia, Alzheimer, Parkinson, dan lainnya.

Dari hasil sensus penduduk tahun 2014, jumlah penduduk Indonesia berusia lanjut usia telah mencapai 20,24 juta orang (atau sekitar 8,03% populasi Indonesia).  Hingga saat ini penderita demensia atau awam mengenalnya sebagai kepikunan telah menyentuh hampir 1,2 juta jiwa. Angka ini diperkirakan  naik hingga lebih dari 4 juta orang pada tahun 2050.

Tidak sedikit para lanjut usia hidup dengan konsisi demensia dan Alzheimer. Kalau Anda mempunyai orang tua sebaiknya perhatikan gejala-gejala demensia dan Alzheimer, agar tidak berkembang menjadi kronis.

Bila Anda memiliki orang tua yang mengalami demensi atau Alzheimer, dan membutuhkan perawat di rumah,  Anda dapat menghubungi PerawatNers.com di website www.perawatners.com,   bisa juga telepon di www.perawatners.com atau www.perawatners.com. Selain perawat Anda dapat menemukan fisioterapis, terapis okupasi, terapis wicara, dan bidan.

Subscribe